Breaking News:

Lawan Covid 19

Hanya Dua Orang yang Datang untuk Vaksin, Pemkab Lakukan Evaluasi Penanganan Covid-19

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim bersama Forkopimda menggelar rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19, Rabu (9/7).

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/abdullah usman
Proses vaksinasi Covid-19 di Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjabtim bersama Forkopimda menggelar rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19, Rabu (9/7). Terdapat beberapa poin yang menjadi fokus evaluasi.

Rapat digelar di Aula Kantor Bupati dipimpin langsung Sekda Tanjabtim Sapril, diikuti Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, seluruh Camat di 11 kecamatan, Kapolsek, dinas Kesehatan, BPBD, RSUD dan Satgas Covid-19 Tanjabtim.

Dalam sambutannya Sapril menyampaikan, dalam pertemuan ini difokuskan pada evaluasi penanganan Covid-19 di Tanjabtim, serta kebijakan dan langkah-langkah vaksinasi. Karena dalam pelaksanaannya masih menimbulkan permasalahan dan kendala di masyarakat.

"Melalui rapat evaluasi ini nantinya dinas ataupun instansi terkait dapat menyampaikan evaluasi dan kendala mereka selama proses penanganan Covid-19 di Tanjabtim," ujar Sekda.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim Ernawati mengatakan, terkait penanganan Covid-19 di Tanjabtim sendiri hingga saat ini masih terus berjalan dan beberapa masyarakat tengah menjalani perawatan karena masih terkonfirmasi positif.

"Untuk laporan kasus terkonfirmasi hingga hari ini ada 170 kasus, 140 diantaranya melakukan isolasi mandiri. Dari 11 kecamatan, dua kecamatan tertinggi yang melakukan isolasi mandiri yakni Kuala Jambi 21 orang dan Dendang 44 orang.

Sementara eberapa pasien lagi menjalankan isolasi di tempat yang telah disediakan Pemda, " jelas Erna.

Lanjutnya, untuk proses vaksinasi bagi tenaga Nakes sejauh ini sudah mencapai 96.9 persen, sedangkan untuk lansia dari target 15.549 hingga tanggal 4 Juni lalu realisasinya baru 6.9 persen ditambah 4,2 persen pada dosis kedua.

"Dengan demikian saat ini ada 449 jiwa lansia yang sudah diberikan vaksin, tentu target tersebut masih jauh dari capaian, "akunya.

Menurutnya Dinas kesehatan sudah mobile ke kelurahan dalam menyampaikan persoalan vaksinasi, beberapa permasalahan yang terjadi setelah didata 20 orang, namun setelah datang hanya 2 orang saja, itu permasalahan.

"Penyebabnya mungkin masih kurangnya pemahaman masyarakat akan vaksin, " tambahnya.

Hingga saat ini stok vaksin yang ada saat ini jumlahnya 4.470 vial. Sebanyak 2.200 diantaranya sudah didistribusikan ke kecamatan dan sisanya lagi masih di simpan di dinas kesehatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved