Breaking News:

Optimis Capai 120 Ribu Merchant, Target KpwBI Provinsi Jambi hingga Akhir 2021

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jambi targetkan merchant Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai 120 ribu

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
ist
Bank Indonesia Targetkan Merchant Pengguna QRIS Provinsi Jambi Sampai 120 Ribu 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jambi targetkan merchant Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai 120 ribu merchant yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Kepala KpwBI Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan, BI Provinsi Jambi ditargetkan oleh pusat untuk meningkatkan jumlah merchant QRIS di Provinsi Jambi dengan total sebanyak 120 ribu merchant hingga akhir 2021 ini.

"Sampai akhir tahun target kita yaitu 120 ribu merchant, kita optimis bisa mencapai target tersebut," ujar Suti di Jambi, baru-baru ini.

Dikatakannya, saat ini jumlah merchant di Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan, tak terkecuali di saat pandemi jumlah merchant bertambah mengingat di saat pandemi penggunaan nontunai juga mengalami peningkatan.

“Untuk Provinsi Jambi, per April 2021 tercatat sebanyak 69.794 merchant telah terdaftar dan memasang QRIS yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota,” jelasnya.

Suti mengatakan, saat ini terdapat 61 PJSP baik bank maupun nonbank yang sudah mendapat izin dari Bank Indonesia.

Perluasan merchant QRIS telah berlangsung di seluruh Indonesia dengan jumlah yang meningkat dari 1,7 juta merchant di tahun 2019 menjadi 5,78 juta merchant di tahun 2020 dan menembus 6 juta merchant di awal tahun 2021.

Perkembangan inovasi teknologi informasi membawa peranan besar dalam penyelenggaraan jasa sistem pembayaran (PJSP).

Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya adopsi masyarakat terhadap smartphone di Indonesia mendorong perusahaan teknologi dan keuangan memanfaatkan teknologi sebagai media pembayaran retail.

“Hal ini membuat layanan mobile payment di dalam smartphone menjadi media pembayaran baru bagi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia,” ucapnya.

“Salah satu penggunaan teknologi dalam mobile payment yang berkembang pesat saat ini adalah penggunaan Quick Response Code,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved