Breaking News:

Cerita Perjuangan SDN 175 Pindah ke SDN 100 Pasca Kebakaran, Hingga Dapat Bantuan dari Sekolah Lain

"Mendengar kabar tersebut, dengan cepat beberapa sekolah di Kota Jambi menyumbangkan meja, kursi, dan buku-buku kepada kami. Ketika mengingat kembali

Tribunjambi/Monang
Hasbullah, Wakil Kepala SDN 175 Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suara teriakan anak-anak terdengar saat masuk menuju SDN 100 Kota Jambi yang berada di gang kecil, Lorong Kayu Manis 2, Telanaipura Kota, Jambi, Kamis (10/6/2021).

SDN 100 Kota Jambi saat ini digunakan oleh SDN 175 Kota Jambi yang bangunannya terbakar pada Desember 2020 lalu yang terletak di Lorong Tanjung, Sungai Kambang.

Sesampainya di pintu gerbang kecil SD itu, terlihat tiga orang ibu-ibu berkumpul dan bercengkrama satu sama lain. Kemudian satu ibu mengintip ke arah kelas melalui jendela.

Melihat kedatangan Tribunjambi.com di sekolah tersebut sekira pukul 09.00 WIB, satu di antara ibu-ibu itu menghampiri Tribunjambi.com dan menanyakan ada yang bisa dibantu.

Langsung Tribunjambi.com diarahkan ke ruang kepala sekolah untuk menemui Hasbullah, Wakil Kepala SDN 175.

"Sementara SDN 175 Kota Jambi melakukan kegiatan belajar dan mengajar di sini. Ini merupakan bekas bangunan SD Negeri 100 Kota Jambi. SD ini statusnya merger, yang mana muridnya sedikit sekali. Sehingga murid SD Negeri 100 ini di arahkan ke SD sekitarnya dan bangunannya tidak terpakai," jelas Hasbullah.

Dirinya pun menceritakan yang para guru lakukan pasca kebakaran terjadi. Ia pun mengatakan untungnya saat itu pembelajaran dilakukan secara daring sehingga kegiatan pembelajaran setelahnya dapat tetap berjalan.

"Setelah terjadi kebakaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi, langsung mengizinkan kami menggunakan bangunan ini. Tapi kondisinya tidak seperti sekarang ini. Berantakan sekali," ungkapnya.

Katanya, kondisi SD Negeri 100 ini terbengkalai karena sudah lama tidak digunakan. Jaringan listrik, toilet, dan saluran air rusak pada saat pertama kali didatangi. Cat sekolah pun ujar Hasbullah, kusam dan sama sekali tidak ramah untuk anak.

"Jadi dalam waktu satu bulan, yakni selama Januari, kami guru-guru di sini gotong royong untuk pindahan. Lalu semua kepala sekolah SD di Kota Jambi, setiap Jumat dikerahkan untuk bergotong royong mengecat, menghias, dan merapikan sekolah ini," cerita Hasbullah dengan semangat.

Halaman
12
Penulis: Monang Widyoko
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved