Catatan Buruk Pelayanan Rumah Sakit Pirngadi Medan, Sebelumnya Tabung Kosong Kini Bayi Dicovidkan

Video pertama memperlihatkan keluarga pasien yang marah-marah karena menganggap tabung oksigen kosong pada Rabu (26/5/2021)

Tribun-medan.com/Risky Cahyadi
Bayi Khayra yang diduga dicovidkan RS Pirngadi meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Lagi-lagi beredar viral video yang memperlihatkan keluarga pasien marah atas pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah yang ada di Kota Medan tersebut.

Pelayanan di Rumah Sakit Pirngadi Medan itu akhirnya kembali menuai sorotan publik.

Catatan Tribunjambi.com dari Tribunmedan.com, ada video viral beruntun dalam dua pekan terakhir ini yang memperlihatkan tentang pelayanan di RS Pirngadi Medan.

Video pertama memperlihatkan keluarga pasien yang marah-marah karena menganggap tabung oksigen kosong pada Rabu (26/5/2021). Nafas pasien RS Pirngadi itu terlihat tersengal-sengal, dan akhirnya meninggal dunia.

Sementara pada video kedua yang viral, keluarga pasien marah-marah karena menduga pasien yang masih bayi sengaja dicovidkan. Bayi itu juga gagal dioperasi di RS Pirngadi dengan alasan alat medis sedang kosong. Kini, bayi bernama Khayra Hanifah Al Magfirah meninggal dunia.

Berikut detail video viral pasien di RS Pirngadi :

Tabung Oksigen Kosong

Rawi, keluarga pasien, mengamuk lantaran ibunya terbaring dengan kondisi kritis dan napas tersengal-sengal. Ia berteriak meluapkan kemarahannya karena tabung oksigen yang diberikan kepada sang ibu ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pasien bernama Komla (59) itu akhirnya meninggal dunia.

Rawi mengisahkan, ibunya mengidap sakit diabetes dan berada di RS Pringadi Medan hampir seminggu. "Begitu masuk Pirngadi, diperiksa UGD dan periksa lainnya. Lalu dibawalah untuk dirawat inap," ujarnya.

Keluarga Rawi mulai gelisah karena ibunya yang sempat dipasang infus di UGD namun ketika dipindahkan ke ruangan tak lagi diberikan cairan infus. "Baru pindah ruangan infus enggak dipasang, sementara di UGD dipasang. Dan, kondisinya lemas," katanya.

Ketika Rawi menanyakan hal tersebut, ia malah mendapat respons tak mengenakan dari seorang suster. Bahkan, kata Rawi, suster itu sempat membanting buku dan mengucap kata yang kurang pantas.

"Saya tanya dia. Dia malah ngamuk pada saya. Dia bilang, 'Pak, kerjaan saya bukan itu saja. Sabar, karena ini yang harus saya selesaikan banyak'," ucapnya menirukan.

Tak ingin memperkeruh suasana akhirnya ia mengalah dan meninggalkan ibunya sebentar yang dijaga sang kakak. "Enggak ketemu, saya keluar agak lama baru dia datang. Dia pasang infus saat saya beli sesuatu. Saya naik sudah dipasang,” bebernya.

Menurut Rawi, infus yang dipasang pada ibunya tidak dilakukan dengan benar. Cairan sama sekali tidak keluar dari botol. Keran terlihat mati sehingga ia memutuskan untuk melakukan sendiri sampai cairan keluar dengan normal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved