Breaking News:

Berita Bisnis

UNJA Bersama SKK Migas-PetroChina Gelar Kuliah Umum “Bersama Hulu Migas Membangun. . .”

Acara dipandu oleh Y. Morsa Said Rambe selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
UNJA Bersama SKK Migas - PetroChina Gelar Kuliah Umum “Bersama Hulu Migas Membangun Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Universitas Jambi menggelar kuliah umum bersama SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. Repsol dan MontD'Or dengan topik, ‘Bersama Hulu Migas Membangun Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, melalui meeting zoom dan live Youtube, Rabu (9/6/2021)

Acara ini mengundang narasumber yang ahli dibidangnya yaitu Amir Faisal Jindan, Ir., MIB, MP. (Repsol), Adrian Wibisono (CSR Superitendent PetroChina), Andhy Kurniawan (MontD’Or), Andi Arie (SKK Migas Sumbagsel). Dan peserta teridiri dari mahasiswa UNJA didominasi merupakan mahasiswa/i Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.

Acara dipandu oleh Y. Morsa Said Rambe selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi. Mewakili Rektor Universitas Jambi, dirinya menyambut baik dengan diadakannya kuliah umum oleh SKK-Migas PetroChina.

Dikatakan Andi Arie Pangeran, Migas mempunyai peranan penting Sebagai sumber energi nasional, yaitu Minyak berkontribusi sebanyak 46 persen, dan gas bumi sebanyak 23 persen.

“Kontribusi produksi migas Provinsi Jambi tahun 2020, mencapai 3 persen di bidang minyak, sedangkan gas mencapai 4 persen,” ucapnya.

Lanjutnya, Hal tersebut menjadi tantangan agar Provinsi Jambi bersama SKK Migas Sumbagsel dapat terus berkontribusi dalam memproduksi minyak dan gas di Indonesia.

Selain itu, Volume gas berkontribusi besar bagi daerah dan negara yaitu dalam membentuk lapangan pekerjaan bagi masyarakat, program pengembangan masyarakat dan dana bagi hasil.

“Generasi muda dapat membantu menunjang tidak hanya berfokus pada bidang migas tetapi juga bidang lain seperti bidang enterpreneurship sehingga satu sama lain dapat bersinergi untuk memajukan Indonesia,” ujarnya.

Untuk mempertahankan sumberdaya Migas, Saat ini Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pemerintah berupaya merawat sumur migas, agar selalu terjaga kondisinya dan produksinya sesuai dengan yang diinginkan. Lalu mencari sumber migas baru di berbagai tempat di Indonesia.

“Selama pandemi, Industri Hulu Migas mampu bertahan dengan tetap menjalankan kegiatan dan telah diberi keleluasaan oleh pemerintah dengan tetap menerapkan kaidah protokol kesehatan,” ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved