Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Kehidupan yang Memuji Tuhan

Bacaan ayat: Mazmur 145:21 (TB) Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Kehidupan yang Memuji Tuhan

Bacaan ayat: Mazmur 145:21 (TB) Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Secara harafiah, puji berarti pernyataan atau pengakuan dan penghargaan yang tulus akan kebaikan atau keunggulan sesuatu.

Dari pengertian demikian membawa kita pada pemahaman bahwa tindakan memuji berawal dari sebuah pengenalan.

Pengenalan yang mendalam, membuat seseorang menemukan banyak hal.

Dan dari situlah muncul penghargaan yang tulus akan kebaikan yang ditemukan.

Secara luas, pujian bisa terjadi secara spontan; didasarkan pada penemuan tertentu akan kemampuan seseorang.

Seorang olahragawan, akan mendapat pujian ketika memenangkan pertandingan.

Seorang penyanyi akan dipuji ketika mampu memberikan tampilan nyanyian yang menyentuh hati. Seorang koki akan dipuji karena masakannya yang lezat.

Pada sisi lain, olahragawan yang tampil di panggung, tidak akan mendapat pujian; sebaliknya penyanyi di lapangan tidak akan dilirik orang karena dia tidak mampu bertanding.

Fakta ini membawa kita pada pemahaman bahwa seringkali pujian hanya dilekatkan pada keahlian tertentu semata.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mempercayakan Diri Kepada Tuhan

Pujian hanya terjadi ketika menyenangkan dan pemuaskan yang memuji. Selebihnya, semua akan dianggap biasa-biasa saja.

Lalu bagaimana dengan pemazmur yang memuji-muji Tuhan dengan mulutnya?

Apakah yang menjadi dasar utama pemazmur mengajak segala makhluk untuk memuji Tuhan?

Jika dikaitkan dengan perbuatan besar Tuhan dalam kehidupannya, tentu iya. Jika didasarkan pada posisi Tuhan sebagai penciptaan langit dan bumi, maka sudah sewajarnya pemazmur memuji Tuhan.

Jika pujian pemazmur hanya didasarkan pada apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya, demi kepuasan dirinya sendiri, pujian tersebut seringkali tidak mampu bertahan lama.

Tidak selamanya keadaan baik dialami. Tidak selamanya kehidupan sehat dan damai tanpa ancaman.

Sebagai raja yang berkuasa, ancaman pelengseran akan selalu ada. Bahkan anaknya sendiri, mencoba memberontak untuk merebut tahtanya.

Pujian yang pemazmur maksud didasarkan pada pengenalannya akan Allah yang bertindak dalam sejarah.

Perbuatan besar Allah dalam sejarah membuat pemazmur mempunyai kesimpulan bahwa Allah itu penuh kasih.

Sepanjang yang dilakukan Allah senantiasa kebaikan semata. Dia adil dalam tindakan-Nya. Pengenalannya akan Allah membuatnya memposisikan Allah sebagai sumber kehidupan yang paling utama.

Kekuasaan Tuhan tidak terbatas oleh waktu. Apapun yang Allah lakukan senantiasa terarah kepada hal baik disepanjang sejarah kehidupan manusia.

Maka sudah sewajarnya jika penemuan ini menjadi dasar bagi pemazmur untuk mengajak semua mahkluk memuji Tuhan.

Ajakan tersebut berlaku untuk kita pada masa kini.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Yesus Kristus Adalah Terang Dunia

Pujian kepada Tuhan bukan hanya didasarkan pada apa yang telah dipuaskan apa yang menjadi kebutuhan; pujilah Tuhan karena mengenal dia sebagai Tuhan yang berkarya baik bagi kehidupan.

Pengenalan akan Tuhan membuat seseorang mengakui bahwa segala hal yang terjadi dalam kehidupan adalah baik.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Amin.

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved