Breaking News:

Dana Haji Aman, Kemenag Kota Jambi Imbau Masyarakat Waspada Hoaks

"Kemarin kepala BPKH sudah menyampaikan, bahwa uang jemaah haji aman. Tidak seperti isu-isu yang beredar uang itu digunakan untuk yang lain-lain. Saat

Tribunjambi/Monang
Kasi Kemenag Kota Jambi, M Sayuti 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Kota Jambi, M Sayuti menyatakan, dana jemaah haji dijamin aman. Saat ini dana tersebut berada di bendahara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Kemarin kepala BPKH sudah menyampaikan, bahwa uang jemaah haji aman. Tidak seperti isu-isu yang beredar uang itu digunakan untuk yang lain-lain. Saat ini uang tersebut berada di bendahara BPKH," ungkap Sayuti, Rabu (9/6/2021).

Sebelumnya terdapat isu miring terkait adanya isu dana haji diinvestasikan ke proyek infrastruktur. Sayuti mengatakan, dana haji yang disimpan di BPKH di pusat telah memberikan surplus lebih dari Rp 5 triliun.

"Selain itu, kepala BPKH kemarin juga mengatakan dana kelolaan haji juga tumbuh di atas 15 persen. Yang jelas BPKH sangat berhati-hati dalam menginvestasikan dana haji," ujarnya.

Sayuti pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak termakan hoaks. Menurutnya itu hanya akan membuat kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat.

"Kami mengimbau agar masyarakat Jambi tidak termakan informasi hoaks. Karena dapat membuat gaduh bahkan mengancam keutuhan kita," imbau Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Jambi ini.

Sebagai informasi di Kota Jambi terdapat 634 jemaah dari 2020-2021. Ia pun menuturkan, jikalau ada yang meninggal atau sakit permanen, itu bisa digantikan dengan ahli waris (pelimpahan) seperti anak atau saudara kandungnya.

"Untuk saat ini sudah ada yang mengurus pelimpahan itu. Nantinya itu antreannya akan tetap dan tidak ulang lagi ke awal," beber Sayuti.

Selain itu ia mengatakan, jemaah haji Kota Jambi diizinkan pula untuk menarik setoran dana hajinya.

Terkait hal itu tentu ada konsekuensi yang harus diambil, yakni kemungkinan tidak akan mendapatkan kesempatan berhaji sepanjang hidupnya.

"Jika ditarik, akan mengakibatkan kehilangan antrean, proses awal lagi," ungkapnya.

"Terlebih jika jemaah tersebut berusia 50 tahun, hampir dipastikan tidak akan mendapat kesempatan mendapat jatah berhaji. Terutama untuk jemaah haji reguler yang difasilitasi pemerintah," pungkasnya.

Baca juga: Foto Viral Antrian Driver Ojek Online Didepan McDonalds, Ternyata Gegara Promo BTS Meal

Baca juga: BLT Dana Desa untuk Satu Bulan di Kerinci Baru Diterima, Pemerintahan Desa Jadi Sasaran Warga

Baca juga: Drainase Tak Berfungsi, Kios Pemda di Pasar Atas Sarolangun Banyak Kosong, DPRD Minta Dirawat

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved