Breaking News:

DPO Kejati Jambi Ditangkap

BREAKING NEWS Dua DPO Kejati Jambi Kasus Korupsi Proyek Jalan Multiyears Ditangkap

Musashi Putra Batara dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda 300 juta eupiah subsider kurugan selama 3 bulan.

tribunjambi/Dedy Nurdin
DPO Kasus Korupsi Proyek Jalan Multiyears Kabupaten Tebo Tiba di Kejati Jambi, Rabu (9/6/2021) 

TRIBUNJAMBI COM, JAMBI - Dua terpidana kasus korupsi jalan aspal Kabupaten Tebo ditangkap setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keduanya diamankan oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Jambi, Rabu (9/6/2021).

Asisten Inteljen Kejati Jambi, Jufri menerangkan kedua terdakwa Musashi Putra Batara dan Ir Saryono ditangkap di dua lokasi berbeda setelah berstatus DPO sejak Mei 2021 lalu.

Musashi ditangkap di Jalan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu pagi sekitar pukul 08.02 wib di rumahnya. Sementara Ir Saryono ditangkap sekitar pukul 07.30 wib di Rumahnya, di Komplek DPRD, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Keduanya merupakan terpidana dalam kasus korupsi proyek multiyears pengaspalan jalan di Kabupaten Tebo dengan nilai kerugian negara mencapai 48 miliar rupiah.

"Hari ini kita menangkap dua terpidana yang masuk DPO kasus korupsi. Musashi ditangkap di Jakarta dan Ir Saryono ditangkap tim di Komplek DPR, Telanaipura pagi tadi (Rabu.red)," kata Jufri, Asintel Kejati Jambi.

Penangkapan kedua terdakwa berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jambi tertanggal 16 April 2021. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah berdasarkan Pasal 3 junto Pasal 18 Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Musashi Putra Batara dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda 300 juta eupiah subsider kurugan selama 3 bulan.

Namun di tingkat banding, Pengadilan Tinggi memutuskan agar terdakwa ditahan. Serta memperkuat putusan sebelumnya di tingkat Pengadilan Negeri.

Sementara terdakwa Ir Saryono, yang sebelumnya diputus Pengadilan Negeri Jambi dengan pidana penjara selama 6 tahun. Sementara ditingkat banding Pengadilan Tinggi menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun. Denda 300 juta subsider 2 bulan pidana kurungan.

Meski keduanya kini masih mengajukan upaya hukum kasasi. Namun, ditingkat Pengadilan Tinggi memutus agar keduanya menjalani hukuman pidana di rumah tahanan negara. Namun, sejak putusan pada April lalu keduanya tidak menjalani putusan tersebut. Sehingga kedua terdakwa masuk dalam daftar DPO. (Dedy Nurdin)

--

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved