Berita Nasional
Menteri Muda Jokowi Berpeluang Jadi Capres di 2024, Elektabilitas Sandiaga, Erick, Nadiem Tinggi
Bahkan ada dua menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang paling populer berpeluang jadi calon presiden (Capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Bursa calon Presiden saat ini tengah ramai dengan nama tokoh-tokoh muda di Indonesia untuuk Pemilihan Presiden 2024.
Bahkan ada dua menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang paling populer berpeluang jadi calon presiden (Capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Diketahui, dua menteri Jokowi itu masih muda dan berpeluang jadi capres 2024 tersebut Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno, dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
Nama Sandiaga Uno dan Erick Thohir ini berpeluang jadi capres 2024, bahkan berdasarkan dari hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI), Selasa (8/6/2021).
Data yang telah dirilis dan diterima Wartakotalive.com, Sandiaga Uno dan Erick Thohir jadi sosok menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin, paling populer yang berpeluang jadi capres 2024.
Dalam urutan dua besar, nama Sandiaga Uno ini menempati posisi pertama dengan prosentase 13,5 persen.
Sementara itu, di urutan kedua, terpampang nama Erick Thohir dengan prosentase mencapai 11,9 persen.
Sedangkan Menteri Pendidikan dan Ristek Nadiem Makarim diposisi ketiga dengan prosentase 10,9 persen.
Lalu, di posisi keempat terdapat nama Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan capai prosentase 10,3 persen.
Sedangkan pada kandidat lainnya ada yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Moh Mahfud MD 9,2 persen.
Disusul pula dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani 6,8persen, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 6,0 persen, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 4,7persen.
Lalu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, A Halim Iskandar 4,7persen, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (3,4 persen).
Perlu diketahui masih ada 18,6 persen responden lainnya yang belum menjawab atau belum menentukan pilihannya.

Wacana Duet Mega-Prabowo di Pilpres 2024
Pro Mega Center mewacanakan duet Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, di pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Politikus PDIP Junimart Girsang justru mengusulkan nama Puan Maharani diusung menjadi capres.
"Kalau saya Ibu Puan saja jadi presiden, kalau saya," katanya Wakil Ketua Komisi II DPR itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Megawati dan Prabowo Diusulkan Maju di Pilpres 2024, Relawan Mega: 2009 Kesuksesan yang Tertunda
Baca juga: Isu Duet Prabowo-Puan Mencuat di Bursa Pilpres 2024, Bagaimana Dengan Anies Baswedan?
Baca juga: Jika Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bertarung di Pilpres 2024, Ini Pemenangnya

Junimart secara gamblang tidak menyebut nama wakil presiden yang pantas mendampingi Puan.
Dia menyebut cawapres itu bisa dicari dari partai lain, akan tetapi sesuai arahan dan keputusan Ketua Umum Megawati.
"Wakilnya cari yang lain lah, partai lain, tergantung Ibu Ketua umum," katanya.
Sebelumnya, Pro Mega Center juga mendorong Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri kembali maju jadi calon presiden.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga dinilai berpotensi mendampingi Megawati.
Hal itu disampaikan Direktur Pro Mega Center Mochtar Mohammad, melalui keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).
Pro Mega Center merupakan kelompok relawan yang sudah lama aktif mendukung Megawati.
“Pak Prabowo bisa,” kata Mochtar.
Baca juga: Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Dominasi Hasil Survey Bursa Pilpres 2024
Baca juga: Cak Imin Kembali Disorot, Bakal Duet dengan AHY di Pilpres 2024, Demokrat: Nasional dan Religius

Mochtar mengatakan, duet Megawati dan Prabowo merupakan kesuksesan yang tertunda pada Pemilu 2009 lalu.
“2009 kesuksesan yang tertunda,” ucap Mochtar.
Mochtar menilai pasangan Megawati-Prabowo dapat membentuk koalisi besar.
Menurutnya, duet ketum parpol itu berpotensi membuat tidak ada calon lain yang berani maju di Pilpres 2024.
"Kalau Mega-Prabowo bisa potensi koalisi besar mengarah satu pasang atau konsesus."
"Enggak ada yang berani maju," cetus Mochtar.
Sementara, Partai Gerindra menampung usulan publik yang mewacanakan menduetkan kembali Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
"Saya pikir semua opsi masih bisa terbuka, usulan dari masyarakat kita tampung, kita pikirkan," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).
Habiburokhman mengatakan, keputusan terkait pilpres tetap menunggu keputusan Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra.
Kesediaan Menteri Pertahanan itu maju pada pesta demokrasi 2024 dinanti kader.
"Beliau harus menyatakan kesediaannya nanti, baru kita benar-benar resmi mencalonkan beliau," ucap anggota Komisi III DPR itu.
Habiburokhman pun turut mengatakan, bahwa kader Gerindra kukuh mendorong Prabowo maju sebagai capres.
Restu dari kader tersebut disuarakan sejak 2019.
"Pada akhirnya kesediaan beliau lah (Prabowo) yang akan menentukan (jadi capres)," katanya.
Berharap Pilpres 2024 Tidak Digelar Dua Ronde
Hasto juga memastikan, PDIP akan segera berkoalisi dengan partai yang memiliki kesamaan ideologi.
Harapannya, kata Hasto, pasangan capres dan cawapres yang ada cuma dua dan dipastikan pilpres digelar satu ronde.
"Maka kami akan bangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan hanya diikuti dua pasangan calon, tidak akan ada dua pilpres, dua ronde."
"Supaya energi bangsa ini bisa difokuskan untuk mengatasi berbagai persoalan," ujar Hasto.
Sebelumnya, Sekretaris jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara peluang partainya berkoalisi dengan PDIP, pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Kata Muzani, kemungkinan Gerindra dan PDIP akan bekerja sama di Pilpres 2024, karena Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat ini memiliki hubungan yang baik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.
"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega."
"Saya kira saudara-saudara semua sudah tahu sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan dan sampai sekarang hubungan itu baik," kata Muzani kepada wartawan, di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Selain itu, Muzani turut mengungkapkan bahwa para kader Gerindra menginginkan Prabowo maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Hal itu juga didasarkan dari elektabilitas Prabowo yang unggul dalam beberapa hasil lembaga survei.
"Hampir semua survei menyebut Pak Prabowo adalah calon presiden yang paling populer, calon presiden yang elektabilitasnya bagus paling tinggi," tuturnya.
Atas dasar itu, Muzani juga berharap Prabowo akan segera memberi jawaban kepada kader Gerindra terkait pencapresan.
Menurut dia, kepastian dari Prabowo itu sangat penting agar bisa segera memulai proses pencalonan.
"Kami berharap Pak Prabowo bisa memberi jawaban kepada kita semua, seperti yang kita harapkan."
"Sehingga kita bisa mempersiapkan untuk proses pemenangan beliau," paparnya.
Partai Gerindra menyatakan masih memiliki suara bulat untuk mendukung sang ketua umum, untuk maju dalam Pilpres 2024.
"Kami perlu sampaikan juga kami, kader Gerindra, masih bulat meminta Pak Prabowo maju kembali," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono, dalam rilis survei Puspoll Indonesia bertajuk 'Menakar Peluang Capres 2024 dan Tantangan Poros Islam', Minggu (23/5/2021).
Sugiono turut menyebut hal senada yang sudah pernah disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani selepas kongres luar biasa (KLB) digelar.
"Saya kira Pak Ahmad Muzani sudah menyampaikan dalam salah satu wawancara setelah kongres."
"Bahwa kami, kader Gerindra masih inginkan Pak Prabowo sebagai capres dari Gerindra," pungkas Sugiono.
(Wartakotalive.com/CC/Tribunnews.com/Chaerul Umam)
Berita lainnya seputar Sandiaga Uno
Berita lainnya seputar Erick Thohir
Berita lainnya seputar Prabowo Subianto
SUMBER: WARTAKOTA