Breaking News:

Berita Merangin

Polisi Buru Pemodal dan Pemilik Alat Berat Aktivitas PETI di Nalotantan, Kasatreskrim Kantongi Nama

Tersangka yang diamankan pada 1 Juni lalu itu saat ini telah mendekam di sel ditahan Mapolres Merangin

Tribunjambi/Darwin sijabat
Dua alat berat bermerek Liugong diamankan Satreskrim Polres Merangin dari Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin pada 1 Juni 2021 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kepolisian Resor Merangin telah mengantongi nama pemodal dan pemilik alat berat yang diduga untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Nalotantan.

Kasus dugaan aktivitas PETI di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalotantan beberapa waktu mengamankan 11 orang dan menetapkan 9 tersangka.

Tersangka yang diamankan pada 1 Juni lalu itu saat ini telah mendekam di sel ditahan Mapolres Merangin.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan melalui Kasat Reskrim, AKP Indar Wahyu Ardianto jika sembilan dari 11 orang yang diamankan dijadikan tersangka.

Sementara dua orang lagu dijadikan sebagai saksi. Sebab mereka tidak terlibat dalam aktivitas itu melainkan diminta untuk memperbaiki alat berat tersebut.

"Dua orang itu saksi, karena mereka bukan pekerja, melainkan tukang las yang dihubungi untuk memperbaiki alat itu," jelasnya, Senin (7/6/2021).

Kasat menegaskan bahwa saat ini pihaknya terus berusaha menguak siapa pemodal di balik kegiatan tambang di Nalotantan, Kabupaten Merangin tersebut. 

Menurut AKP Indar, pihaknya sudah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan dan mengaku sudah mengantongi nama pemodal.

"Saksi sudah kita mintai keterangan, kita masih buru pemodal PETI itu, dan sudah kantongi namanya," ungkapnya. 

Untuk diketahui pada 1 Juni 2021 lalu, Polres Merangin amankan dua alat berat jenis excavator merek Liugong dan belasan pekerja serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan aktivitas PETI dikawasan hutan produksi Nalotantan.

Akibat perbuatannya 9 tersangka PETI itu dikenakan pasal 158 undang undang Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2020, tentang perubahan atas undang-undang republik Indonesia nomor 4 tahun 2009, tentang minerba, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Surga Tersembunyi di Merangin Jambi, Ada 4 Air Terjun di Tanjung Berugo, Lokasi Asik dan Kekinian

Baca juga: Butuh Rp 800 Juta, Tiga Titik Gorong-gorong di Merangin akan Diperbaiki Gunakan Dana Tanggap Darurat

Baca juga: Mahasiswi UIN Jambi Bersaing dengan 75 Universitas Suarakan Restorasi Lahan Gambut

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved