Berita Sungaipenuh

Masyarakat Kota Sungai Penuh Merasa Dirugikan, Pembangunan Drainase Selalu Bikin PDAM tak Ngalir

Disinggung bahwa saat ini warga sudah dua hari tak mendapat pasokan air PDAM.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Herupitra
Masyarakat Kota Sungai Penuh Merasa Dirugikan, Pembangunan Drainase Selalu Bikin PDAM tak Ngalir 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kota Sungai Penuh terus berkembang. Pertumbuhan ekonomi membawa konsekuensi logis terhadap pemenuhan infrastruktur, salah satunya adalah perbaikan dan pembangunan drainase dibeberapa lokasi. 

Namun pembangunan ini membawa konsekensi lain, yaitu tertadinya gangguan distribusi air kepada pelanggan PDAM. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga yang merasa dirugikan atas pelayanan tersebut. 

"Setiap ada pekerjaan galian atau pembangunan dreanase air PDAM selalu mati," ujar warga Desa Debai Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh, Senin (7/6).

Diketahui saat ini diwilayah Kumun Debai sedang ada pekerjaan pembangunan dreanase. Alat berat terlihat menggali tanah yang di dalamnya terdapat pipi PDAM

"Ini sudah dua hari PDAM tidak mengalir, karena ada gangguan akibat pekerjaan drainase," sesalnya. 

Katanya, bukan saja air PDAM yang tidak mengalir, namun jaringan telepon seluler juga terganggu. Itu ujarnya, karena kabel-kabel yang ditanam terganggu karena adanya pengerokkan tanah. 

"Kalau seperti ini masyarakat yang dirugikan. Apa lagi terganggunya lama karena tidak segera diperbaiki," ucapnya lagi. 

Seharusnya lanjutnya, setiap pekerjaan proyek seperti ini pihak yang mengerjakan harus kordinasi dengan pihak terkait yang akan terkena dampaknya. Sehingga jika terjadi gangguan dari pekerjaan yang dilakukan bisa segera perbaiki. 

"Kita tidak tahu apakah dalam pekerjaan ini, pihak yang mengerjakan ada koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait. Sebab saat ini, jika terjadi keruskan atau gangguan dari pekerjaan itu tidak pernah segera diperbaiki," bebernya. 

Terkait hal ini Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh, Akhdiyat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa setiap pembangunan dreanase yang mereka lakukan mereka selalu koordinasi dengan pihak terkait seperti PDAM. Bahkan ucapnya, saat melakukan pengerokan mereka juga sering didampingi oleh pihak PDAM

"Kalau ada pekerjaan seperti ini selalu kita beritahu, bahkan melalui surat," ungkapnya. 

Bahkan lanjutnya, dalam pekerjaan tersebut juga ada dianggarkan untuk mengganti jika ada pipa PDAM yang rusak karena pekerjaan yang dilakukan. 

"Nanti itu kita rapikan, jika ada pipa PDAM yang rusak kita ganti," dia menjelaskan. 

Disinggung bahwa saat ini warga sudah dua hari tak mendapat pasokan air PDAM. Akhdiyat mengatakan akan kembali memberitahukan pihak PDAM

"Nanti bisa dilakukan dengan penanganan darurat. Kita akan beritahu PDAM," pungkasnya. 

Sementara itu Direktur DPAM Tirta Khayangan Kota Sungaipenuh, Hamdani belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui nomor ponsel yang biasa digunakannya bernada tidak aktif.(*)

Baca juga: Lima Pelaku Penyelundupan 135.817 Benur Divonis 1,4 Tahun Penjara

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Live Streaming TV Nasional

Baca juga: LINK Nonton Live Streaming EURO 2020 Belanda Vs Ukraina, Menanti Aksi Andriy Shevchenko

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved