Breaking News:

Berita Tanjabtim

Keberangkatan CJH Tanjabtim ke Tanah Suci Tahun 2021 Harus Ditunda Lagi, Ini Kata Kemenag

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Tanjabtim Syaifullah menjelaskan, untuk sementara ini jemaah haji yang seharusnya berangkat ke tanah suci di tahun ini seb

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Kanwil Kemenag Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sebanyak 65 calon jemaah haji (CJH) Tanjabtim tahun ini tertunda untuk berangkat ke tanah suci.

Keputusan penundaan atau pembatalan tersebut, diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Tanjabtim Syaifullah menjelaskan, untuk sementara ini jemaah haji yang seharusnya berangkat ke tanah suci di tahun ini sebanyak 65 orang.

Sebanyak 65 orang itu sudah terdiri dari lansia, pendamping, dan jemaah reguler. Tapi mungkin dari kita sudah mengetahui informasi yang beredar, bahwasannya Menteri Agama dan dari komisi VII DPR RI bersama-sama melakukan konferensi pers bahwa untuk tahun 2021 ini jemaah haji tidak diberangkatkan, dengan alasan pertimbangan kesehatan.

Dengan demikian 65 jemaah haji asal Kabupaten Tanjab Timur yang semula dijadwalkan akan berangkat tahun ini semuanya sudah lunas terkait biaya hajinya dan tidak ada yang minta pengembalian biaya tersebut.

"Karena jamaah haji kita adalah 65 orang, maka yang tertunda keberangkatannya juga sebanyak 65 orang dan penundaan keberangkatan akibat Covid-19 ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya di tahun 2020 juga demikian," ujarnya, Senin (7/6/2021).

"Jemaah haji yang rencana akan diberangkatkan tahun ini merupakan jamaah haji yang rencana akan diberangkatkan tahun 2020 yang lalu," tambahnya

Syaifullah menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Agama. Nantinya surat tersebut akan disampaikan ke masyarakat dan jamaah haji asal Kabupaten Tanjabtim.

"Dari pemberitaan yang ada, mungkin jamaah haji juga sudah mengerti dan paham kalau itu semua karena kepentingan bersama serta demi kesehatan. Dan pemerintah juga mengambil keputusan itu dengan pertimbangan yang matang, tidak berdasarkan keputusan sepihak," pungkasnya.

Baca juga: Pemkab Tanjabtim Dirikan Posko Pasca Kebakaran di Sungai Jambat

Baca juga: Pj Sekda Sungai Penuh Minta ASN Terapkan Prokes Saat Memberi Pelayanan di Kantor

Baca juga: Kasus Hewan Mati di Hutan, DLH Tebo akan Turun ke Lokasi Cari Tahu Penyebabnya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved