Breaking News:

Ditangkap di Tengah Hutan, Tiga Orang Ini Kini Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 5,2 Miliar

Tiga warga Sungai Gelam, Muarojambi ditangkap di tengah hutan dan kini terancam 5 tahun penjara dan denda Rp 5,2 miliar.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Aryo Tondang
Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat press rilis kasus Illegal Logging 

Dari ketiga pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, berupa, satu unit mesin pemotong kayu.

"Untuk kayu yang kita amankan ada 5 kubik, mulai dari kayu rimba campuran, dan Meranti," bilangnya.

Sigit menjelaskan, aktifitas ilegal logging, merupakan faktor utama penyebab kebakaran hutan dan lahan.

Sehingga, sejak awal Tahun 2021, Polda Jambi, bersama Stakeholders (pemangku kepentingan), menggelar patroli skala besar, pencegahan Karhutla, termasuk diantaranya penindakan pelaku illegal logging.

ilustrasi kayu hasil illegal logging
ilustrasi kayu hasil illegal logging (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)

Tidak hanya itu, sebanyak 41 personel gabungan, disiagakan untuk melakukan patroli rutin, di pos terpadu karhutla, yang didirikan Satgas Karhutla Provinsi Jambi.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat press rilis kasus Illegal Logging (Tribunjambi/Aryo Tondang)
Hal serupa juga turut diungkapkan oleh Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto, saat ini, Pos di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan telah diaktifkan.

Ia juga mengapresiasi tim gabungan, yang berhasil meringkus pelaku illegal logging tersebut.

"Memang manusia menjadi penyebab utama terjadinya Karhutla, ya khususnya aktifitas illegal logging ini, jadi kita harus tindak semua ini," kata Ardiyanto.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved