Breaking News:

Bolehkah Menagih Utang Melalui Debt Collector? Bagaimana Adab Menagih Utang dalam Islam?

Bolehkah menagih utang dengan debt collector? Bagaimana hukumnya secara Islam? Akhir-akhir ini marak kasus penagihan utang melalui debt collector.

Editor: Suci Rahayu PK
Planting Money Seeds
Ilustrasi tagih hutang 

TRIBUNJAMBI.COM - Bolehkah menagih utang dengan debt collector?

Bagaimana hukumnya secara Islam?

Akhir-akhir ini marak kasus penagihan utang melalui debt collector.

Parahnya para debt collector ini menagih utang secara memaksa bahkan mengancam.

Lantas, bagaimana hukum menagih utang menggunakan debt collector ini. Apakah diperbolehkan?

Baca juga: Sahabat Nabi yang Digelari Bapaknya Orang Miskin, Sosoknya paling mirip dengan Rasulullah

Baca juga: Oknum Polisi Kepergok Lagi Tidur dengan Istri Orang Dirumah Saat Dini Hari, Sang Suami Syok

Diperbolehkan Tapi Harus dengan Adab Menagih yang Baik

Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H mengatakan dalam Islam diperbolehkan untuk menggunakan jasa debt collector.

"Pada dasarnya menggunakan jasa debt collector atau penagih utang ini diperbolehkan. Jadi kita menggunakan jasanya, sebagai perwakilan dari si pemilik harta untuk menagih kepada seseorang yang berhutang," kata Roykhatun Nikmah dalam Program Oase di kanal Tribunnews.com, Jumat (4/6/2021).

Jika menggunakan jasa debt collector, maka perlu dilihat adab penagihannya.

Dalam menagih utang, debt collector harus menerapkan adab yang baik.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved