Sakit Hati Dituduh Mencuri, Pria Ini Nekat Tembak Saladri Didepan Istri
Kejadian bermula saat pelaku sakit hati dituduh mencuri getah karet oleh korba
TRIBUNJAMBI.COM - Tragedi pembunuhan terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Pelakunya pemuda berinisial AR (24).
Ia menembak pria bernama Saladri hingga tewas pada Jumat (4/6/2021).
Kejadian bermula saat pelaku sakit hati dituduh mencuri getah karet oleh korban.
Kepala Polres Banjar, AKBP Andri Koko Prabowo, melalui Kasubag Humas, Iptu Suwarji membenarkan kejadian ini.
Baca juga: SUDAH Mulai MotoGP Catalunya di Trans7, Link Nonton Live Streaming MotoGP 2021 di Usee TV
Baca juga: Begini Kondisi Terbaru di Ilaga Papua Setelah Aksi Teror KKB yang Membabi Buta
Baca juga: Kelakuan Amanda Manopo Saat Lihat Evan Sanders Jadi Host: Mantan Suamiku
Ia menyebut insiden berdarah terjadi di depan mess perkebunan karet di Desa Lok Tanah, Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar.
"Untuk pelaku, saat ini masih dalam lidik pihak Polres Banjar," kata Suwarji.
Berdasarkan keterangan yang diberikan saksi mata, menurut Suwarji, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.
"Mulanya saksi mendengar suara cekcok atau adu mulut dari arah luar mess, saat saksi sedang menonton televisi," urai Suwarji.
Suara dimaksud adalah suaranya Saladri dan AR.
Tidak selang lama, saat saksi hendak keluar dari mess dengan maksud mencari tahu keributan yang terjadi, terdengar suara tembakan.
Lantas, mendengar suara tembakan, saksi bergegas ke luar.
Lalu, mendapati Saladri sudah dalam keadaan terjatuh di tanah dengan posisi tertelungkup dan bersimbah darah.
"Sedangkan pelaku, AR, saat itu dalam posisi berdiri sambil memegang senjata rakitan laras panjang dum-duman di tangan kanannya," ucap Suwarji.
Di waktu kejadian, pelaku AR juga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang, tapi tidak digunakan.
Sementara itu, istri korban tidak jauh dari kendaraan roda dua milik korban. Namun, tidak bisa berbuat apa-apa.
Segera, pelaku AR pergi dari tempat kejadian dengan mengendarai sepeda motor yang tidak dilengkapi nomor polisi.
Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwajib. Mendapatkan laporan, para petugas berdatangan di lokasi.
"Korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Datu Sanggul Kabupaten Tapin untuk divisum. Saat dibawa, korban sudah dalam keadaan telah meninggal dunia," ujarnya.
Diketahui, sebulan yang lalu, pelaku dan korban juga sempat bermasalah.
Gara-garanya, pelaku menuduh korban telah melapor dirinya ke pemilik kebun karet karena sering mencuri dan menjual di tempat lain.
"Dan hingga hari ini, kami (Unit Resmob Polres Banjar dan Unit Reskrim Polsek Simpang Empat) masih berupaya mencari keberadaan pelaku AR dan melakukan proses lidik," ucap Suwarji.
Atas hilangnya nyawa orang lain, pelaku terancam dikenakan Pasal 338 KUHPidana
Berita Terkait Lainnya
Sumber : BANJARMASINPOST
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-penembakan.jpg)