Breaking News:

Berita Merangin

Pembangunan Dua Duplikat Jembatan di Merangin Masih Tertunda, Ini Penjelasan Kepala Dinas PUPR

Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin bahwa terdapat dua proyek nasional yang ditunda pembangunannya.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Dinas PUPR Merangin bersama PLN Bangko pada Februari 2021 lalu meninjau rencana pembanguan duplikat jembatan dan membahas pemindahan tiang listrik di Jembatan Sungai Ulak. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pembangunan dua proyek jembatan di Kabupaten Merangin ditunda dan akan dilanjutkan 2022 mendatang.

Pembangunan fisik di Kabupaten Merangin yang direncanakan pada tahun 2020 lalu masih ada yang tertunda hingga 2021 ini.

Berdasarkan informasi dari Dinas PUPR Merangin bahwa terdapat dua proyek nasional yang ditunda pembangunannya.

Di antaranya, pembangunan duplikat jembatan di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan dan Pengerjaan Duplikat Jembatan di Desa Lubuk Bumbun.

Diketahui, Kabupaten Merangin sendiri mendapatkan tiga pembangunan Proyek Jembatan dari pemerintah pusat.

Hanya saja yang sudah berjalan pembangunannya yakni duplikat Jembatan Merangin.

Kepala Dinas PUPR Merangin, Aspan mengungkapkan terkendalanya pembangunan jembatan tersebut dikarenakan tidak adanya anggaran pemindahan tiang PLN yang masuk dalam area pembangunan dua proyek pembangunan jembatan tersebut.

"Masih ada proyek yang tergolong sulit, seperti pembangunan duplikat jembatan Nalo Tantan dan jembatan Lubuk Bumbun. Jadi pembangunannya masih tertunda. Kalau proyek yang lain alhamdulillah selesai semua,"ungkap Aspan belum lama ini.

Aspan menegaskan pembangunan dua duplikat jembatan tersebut tetap dilanjutkan, dan ditargetkan selesai pada April 2022 mendatang.

"Kalau soal ganti rugi dan pemindahan tiang listrik itu tidak ada. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional, jika pemindahan Tiang PLN itu mereka yang akan memindahkan," katanya.

"Kalau yang di Lubuk Bumbun itu langsung rekanan yang bertanggung jawab biaya pemindahan. Jadi tidak ada lagi kendala," tambahnya.

Sedangkan untuk tahun 2021 sambung Aspan, Kabupaten Merangin sendiri tidak ada pembangunan pisik baru.

Hal tersebut dikarenakan refocusing anggaran tahun 2020 lalu membuat sejumlah proyek pisik tertunda pengerjaan dan pembayarannya kepada rekanan.

"Jadi tahun 2021 ini, kegiatan Fisik kita melanjutkan pembangunan tahun 2020 lalu. Alhamdulillah akhir mei pengerjaanya sudah rampung semua," tandasnya.

Baca juga: Usai Ujian Sekolah, Para Siswa di Batanghari Terima Kelulusan Secara Daring

Baca juga: Masih Kekurangan Guru, Dinas Pendidikan Tanjabbar Sempat Ajukan 2.444 Formasi PPPK Guru

Baca juga: Harga CPO, Inti Sawit dan TBS Kelapa Sawit di Jambi Turun, Berikut Daftarnya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved