Breaking News:

Kasus Korupsi Dana Desa, Sekdes Kembang Tanjung Batanghari Terancam Hukuman Lebih Berat

Keduanya merupakan terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa pada kegiatan pembangunan turap penahan longsor di desa yang berada di

Tribunjambi/hendro herlambang
Sidang di Pengadilan Negeri Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Thamrin dan Husein mantan Pj Kepala Desa dan Sekretaris Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari dijadwalkan akan menjalani sidang tuntutan Senin (7/6/2021).

Keduanya merupakan terdakwa dalam kasus korupsi dana desa pada kegiatan pembangunan turap penahan longsor di desa yang berada di tepi Sungai Batanghari itu.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Kejari Batanghari menuntut terdakwa Thamrin dengan pidana penjara selama 1,6 tahun pidana penjara.

Ia juga dituntut membayar pidana denda senilai Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara untukk terdakwa Husen selaku Sekretaris desa dituntut lebih berat yakni pidana penjara selama 2,6 tahun. Denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementqra untuk pengembalian kerugian negara, jaksa menuntut agar keduanya membayar uang senilai Rp 568 juta sebagai upaya pemulihan kerugian negara.

Kerugian negara ini dibebankan secara tanggung renteng. Masing-masing terdakwa senilai Rp 284 juta.

Dikurangi dengan uang senilai Rp 220 juta yang telah dititipkan oleh terdakwa Thamrin kepada Jaksa untuk pengembalian kerugian negara.

Namun jika pengembalian uang pengganti yang tersisa belum dikembalikan terdakwa setelah keputusan pengadilan berkekuatan tetap diganti dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Sementara untuk terdakwa Husein jika tidak mengembalikan kerugian negara senilai Rp 284 juta setelah keputusan pengadilan berkekuatan tetap maka diganti dengan pidana penjara selama 1,3 tahun penjara.

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Batanghari, dalam pekerjaan pembangunan turap tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga bangunan tidak dapat dinikmati oleh warga manfaatnya.

Dalam pengerjaan turap terungkap tidak melibatkan perangkat desa lainnya yang semestinya melakukan pekerjaan itu. Sehingga kerugian negara mencapai Rp 518 juta.

Menurut Jaksa Penuntut Umum kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider.

Sesuai jadwal yang diterbitkan Pengadilan Negeri Jambi, kedua terdakwa akan menjalani sidang pembacaan putusan majelis hakim pada Senin siang besok.

Baca juga: AS Bersiap Perang Lawan China dan Rusia, Joe Biden Minta Anggaran Pertahanan AS Ditambah

Baca juga: Deretan Zodiak Diramalkan Beruntung Besok, Ada yang Jauh dari Masalah

Baca juga: Kronologi Fabio Quartararo Mendapatkan Penalti Tiga Detik, Membalap Secara Dada Terbuka

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved