Breaking News:

Gelapkan Uang Nasabah di Kerinci

BREAKING NEWS Warga Kerinci Satrio Tersangka Gelapkan Uang Nasabah Rp393 juta untuk Judi Online

Kasus Perbangkan dengan menggelapkan uang nasabah/Debitur di Bank BTPN Kerinci berhasil diungkap oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Kerinci.

tribunjambi/herupitra
Gelapkan Uang Nasabah di Kerinci. Satrio Gelapkan Uang Nasabah Rp393 juta untuk Judi Online 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kasus Perbangkan dengan menggelapkan uang nasabah/Debitur di Bank BTPN Kerinci berhasil diungkap oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Kerinci.

Penggelapan dengan modus nasabah menyetor uang kepada tersangka Satrio Wijaya (33) warga Desa Simpang Empat Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, yang merupakan salah seorang pegawai Bank BTPN Sungai Penuh.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kerinci, AKBP Agung Wahyu Nugroho, melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, IPTU Edi Mardi, saat Konferensi Pers di Mapolres Kerinci, Kamis (03/06). Dia menyampaikan, pelaku ditangkap pada, Rabu (26/5) lalu, sekira pukul 21.30 Wib malam dalam kasus penggelapan uang Nasabah.

"Ya, Kita berhasil mengkungkap kasus Penggelapan Uang Nasabah, dengan korban YSI dan SRL, dengan kerugian Nasabah Rp393 juta," jelasnya kepada awak media.

Modus yang dilakukan pelaku Satrio Wijaya yang tidak lain Pegawai Bank BTPN Sungai Penuh ini, dengan tidak menyetor Uang untuk Take Over Kredit atau menutup kreditnya dari Debitur/Nasabah ke pelaku.

"Namun uang pelunasan dari Debitur itu tidak disetor oleh pelaku kepada, pihak Bank BTPN Sungai Penuh," bebernya.

Ditanya alasan pelaku menggelapkan uang Nasabah tersebut? Kata Edi Mardi, pelaku menggunakan uang yang digelapkannya untuk bermain judi Online.

"Dari keterangan Pelaku uangnya digunakan untuk Judi Online," tambahnya.

Dia menceritakan kronologis awal diketahui ada penggelapan uang Nasabah/Debitur oleh pelaku pada Juli 2019 lalu. Saat auditor BTPN Pusat melakukan audit dugaan penunggakan kredit pinjaman Debitur.

Setelah melakukan audit pihak bank belakukan konfirmasi dengan Debitur bahwa telah melakukan pelunasan pinjaman di Bank BTPN KCP Sungai Penuh, dengan cara Take Over dan menyerakan uang tersebut kepada salah satu pegawai Bank BTPN Satrio

"Kemudian pihak Bank BTPN melaporkan ke unit Tipidter Sat Reskrim Polres Kerinci untuk penyidilikan. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata pegawai Bank (Pelaku, red) telah menerima uang dari Debitur/nasabah, tapi tidak disetor ke Bank PTPN Sungai Penuh sehingga mengakibatkan kerugian bagi Debitur," pungkasnya.

Dengan perbuatan kedua tersangka tersebut akan di jerat dengan pasal49 ayat1 dan ayat 2 hurup (b)undang undang no tahun 1998 tentang perubahan atas undang undang no.7 tahun1992 tentan perban pasal 374 KUHP pidana. Dengan diancaman hukuman 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.(*)

Baca juga: Mempelai Wanita Tiba-tiba Pingsan dan Meninggal, yang Dilakukan Gadis Ini Buat Tamu Undangan Haru

Baca juga: BREAKING NEWS 9 Jadi Tersangka PETI di Merangin, Polisi Amankan Sepucuk Air Soft Gun

Baca juga: UIN akan Siapkan Layanan Produk Halal (LPH)

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved