Breaking News:

Berita Nasional

Yenny Wahid Kena Sindir Politisi Demokrat saat Bahas Garuda Indonesia Terlilit Utang Capai Rp70 T

Yenny Wahid saat ini jadi sorotan usai kabar Maskapai Garuda Indonesia sedang dalam masalah karena terlilit utang.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribunjambi.com
Yenny Wahid disindir habis usai bahas Garuda Indonesia terlilit utang 

TRIBUNJAMBI.COM,JAKARTA -- Yenny Wahid saat ini jadi sorotan usai kabar Maskapai Garuda Indonesia sedang dalam masalah karena terlilit utang.

Bahkan Yenny Wahid juga mengeluarkan soal utang di tubuh Garuda Indonesia baru-baru ini, malah buat dirinya menerima kritik-kritik hingga sindiran yang tertuju untuknya.

Yenny Wahid yang juga sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia itu sebelumnya mengaku, saat dirinya diangkat menjadi komisaris independen di Garuda Indonesia, utang perseroan sudah menembus angka Rp20 triliun.

Dan kini, jumlah utang perseroan semakin bertambah hingga mencapai angka Rp70 triliun.

Putri Presiden Keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, mendatangi kantor Kementerian Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) untuk membicarakan pertemuan antara Menko Polhukam Mahfud MD dengan Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Bin Sabu di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Kamis (23/1/2020).
Putri Presiden Keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, mendatangi kantor Kementerian Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) untuk membicarakan pertemuan antara Menko Polhukam Mahfud MD dengan Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Bin Sabu di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Kamis (23/1/2020). (Gita Irawan)

Politikus Partai Demokrat, Yan Harapan pun turut mempertanyakan peran Yenny Wahid sebagai komisaris di perusahaan pelat merah tersebut.

Bahkan, Yan yang memberikan pertanyaan bernada meledek itu terkait pemberitaan mengenai pengakuan Yenny Wahid tersebut.

"Jadi, masuk Garuda buat nambah utang?" tulis Yan Harapan di akun Twitternya, Rabu (2/6/2021).

PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA diketahui sedang mengalami kesulitan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 yang membuat anjloknya jumlah penumpang.

Di sisi lain, utang perseroan itu terus menumpuk hingga mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun tiap bulannya.

Oleh sebab itu, maskapai pelat merah ini juga menawarkan pensiun dini kepada karyawan sebagai salah satu upaya bertahan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved