Breaking News:

Vertical Garden dan Konsep Industrial Sukses Siasati Lahan Sempit

Hal ini terlihat di rumah Mhea yang beralamat di Talang Bakung, walaupun tinggal di perumahan wanita berhijab ini mampu memiliki kebun yang mampu terl

ist
Konsep vertical garden. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Semakin sedikitnya ketersediaan tanah untuk hunian membuat rumah semakin sempit dengan hampir tidak ada lahan untuk berkebun, namun dengan konsep vertical garden walaupun di lahan sempit masih tetap bisa bercocok tanam.

Hal ini terlihat di rumah Mhea yang beralamat di Talang Bakung, walaupun tinggal di perumahan wanita berhijab ini mampu memiliki kebun yang mampu terlihat lapang dan lega.

Konsep vertical garden dengan dinding yang menjulang tinggi sukses menyiasati lahan sempit sehingga terkesan lapang.

Hal ini didukung oleh konsep carport yang mengusung konsep industrial dengan penggunaan besi holo sebagai rangkanya dan atap bening sehingga sinar matahari masih bisa tetap masuk ke halaman.

Pagar yang juga terbuat dari besi dan di rangkai tidak terlalu rapat sehingga masih bisa melihat lingkungan di sekitar rumah semakin membuat rumah ini terkesan lapang dan lega.

Tanaman hijau yang rimbun di vertical garden mampu menghadirkan suasana yang nyaman.

Agar lebih mempercantik taman dengan luas 2x2 meter tersebut, Mhea juga menghadirkan beberapa Pot Gerabah dengan bentuk yang unik. Terlihat Pot Gerabah dengan bentuk ikan, gajah, kucing dan sapi berjejer rapi di dekat Vertikal Garden.

Penambahan unsur lampu tanam juga mempu menghadirkan kesan elegan namun tidak terlihat sumpek.

Agar lebih memberi rasa nyaman Mhea juga menghadirkan gemericik air dari pot gerabah yang berada di sudut taman mungil tersebut.

Hadirnya kursi di pojok taman semakin menghadirkan kesan taman rumahan yang nyaman, lega dan asik untuk dijadikan ajang ngumpul bareng keluarga.

Untuk lantai taman, hadirnya rumput sintetis semakin memperkuat kesan sempurnah.

Mhea mengatakan dipilihnya rumput sintetis karena lebih mudah dibersihkan, dan lebih menghemat waktu jika dibandingkan dengan rumput alami.

“Kalau memakai rumput alami untuk mencapai kerapatan seperti itu butuh waktu,” Ujarnya beberapa hari yang lalu.

Baca juga: Mhea Pilih Konsep Veritcal Garden Siasati Halaman Rumah yang Sempit, Begini Kebun Mini Miliknya

Baca juga: Download MP3 Campursari Nella Kharisma dan Didi Kempot Full Album, Unduh Video Via Vallen Lengkap

Baca juga: Kabaintelkam Sebut Masih Ada Sembilan KKB Papua yang Masih Aktif: Ada Tokoh-tokoh Tua

Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved