Setelah Serang Briptu Mario Sanoy, Tiga Jenis Senjata ini Dibawa Kabur Pelaku

Hal ini dikatakan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri pelaku penyerangan yang menewaskan Briptu Mario Sanoy juga membawa kabur tiga senjata

KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Konfrensi Pers oleh Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri (tengah) didampingi Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto dan Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal 

TRIBUNJAMBI.COM - Briptu Mario Sanoy gugur akibat diserang orang tak dikenal (OTK) di Pospol Subsektor Oksamal, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (28/5/2021).

Setelah melakukan penyerangan, para pelaku membawa kabur senjata.

Hal ini dikatakan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri pelaku penyerangan yang menewaskan Briptu Mario Sanoy juga membawa kabur tiga senjata api.

"Ada tiga pucuk senjata yang dibawa kabur oleh pelaku," ujar Fakhiri kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: BCL Tiba-tiba Curhat Soal Kesalahan di Masa Lalu dan Ucapkan Permintaan Maaf

Baca juga: Bahaya Menyimpan Telur dalam Kulkas, Bakteri Cepat Berkembang di Tempat Dingin

Baca juga: Penyebab Wajah Susah Glowing Meski Rangkaian Skincare Sudah Tepat, Bisa Karena Asupan Makanan

Tiga senjata api tersebut terdiri dari dua pucuk SS1 V2 dan satu revolver.

Fakhiri belum bisa memastikan siapa pelaku dalam kasus tersebut.

"Setelah mengumpulkan informasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) baru saya bisa kasi keterangan lebih lanjut," tutur Fakhiri.

Ditanya kemungkinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ada di balik insiden ini, Fakhiri mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kita akan dalami itu," imbuhnya.

Dievakuasi dengan Helikopter Milik TNI

Jenazah Briptu Mario Sanoy, anggota Polsubsektor Oksamal, Polres Pegunungan Bintang, akan dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD, Sabtu (29/5/2021).

Briptu Mario Sanoy gugur setelah diserang orang tak dikenal (OTK) di Oksamal, Jumat (28/5/2021).

Hal itu diutarakan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Mathius D Fakhiri, saat diwawancarai, di kediamannya di kawasan Angkasa, Kelurahan Trikora, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu pagi.

Menurutnya evakuasi hanya bisa menggunakan helikopter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved