Breaking News:

BeritaTanjabbar

Dampak Zona Merah, Jam Malam Diberlakukan Satgas Covid-19 Tanjabbar

Hal ini mengingat situasi dan kondisi adanya peningkatan kasus Covid-19 dan naiknya status Kabupaten Tanjabbar menjadi zona merah.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Wakil Bupati Tanjabbar, Hairan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjabbar bersama dengan Satgas Covid-19 Tanjabbar kembali mengeluarkan kebijakan terkait dengan pemberlakuan jam malam.

Hal ini mengingat situasi dan kondisi adanya peningkatan kasus Covid-19 dan naiknya status Kabupaten Tanjabbar menjadi zona merah.

Pemberlakukan jam malam ini akan mulai efektif selama dua minggu kedepan yakni dari Minggu (30/5) hingga Kamis (10/6) mendatang. Ini disampaikan oleh Wakil Bupati Tanjabbar, Hairan. Ia menyebutkan bahwa ini dilakukan untuk menekan angka kasus Covid 19 di Tanjabbar dan sebagai upaya untuk keluar dari zona merah.

"Meningkatnya kasus dan naiknya status Zona Merah menjadi perhatian khusus untuk penanganannya. Kita akan buat aturan terkait dengan upaya ini dan kegiatan-kegiatan akan kembali kita batasi dan perketat prokes,"katanya

"Termasuk dengan tempat-tempat usaha, kita akan berlakukan jam malam. Jadi hanya boleh beroperasi hingga pukul 22.00 wib dan akan efektif berlaku dari 30 Mei hingga 10 Juni mendatang,"tegasnya

Sementara itu, berdasarkan data yang di rilis oleh Wadansatgas Covid 19 Kabupaten Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro menyebutkan bahwa ada beberapa Kecamatan di Kabupaten Tanjabbar yang di kategorikan masuk dalam Zona Merah. Ini melihat kasis yang terbilang cukup banyak di Kecamatan tersebut.

"Jadi memang ada Kecamatan yang masuk dalam zona merah sesuai dengan sebaran kejadian yang terdata. Ini menjadi perhatian khusus, dan kita akan koordinasikan bersama dengan pihak Desa, Camat, Babinsa dan Bhabinkam,"sebutnya

Adapun Kecamatan yang masuk dalam kategori Zona Merah yaitu Batang Asam dengan kejadian Covid 19 sebanyak 9 orang. Kecamatan Tungkal Ulu dengan kasus sebanyak 7 orang, Kecamatan Tebing Tinggi dengan kasus 13 orang.

"Kemudian Kecamatan Betara dengan kasus 7 orang, Kecamatan Tungkal ilir 8 orang. Untuk zona kuning itu ada di Kecamatan Senyerang dengan kasus sebanyak 2 orang, Pengabuan 1 orang, Bram Itam 1 orang , Seberang Kota 1 orang dan Kecamatan Merlung dengan kasus Covid 1 orang,"terangnya

Terhadap hal ini disampaikannya bahwa pihaknya akan berkoordinasi dan meminta untuk Satgas yang di bentuk di Kelurahan dan Desa untuk menerapkan prokes yang ketat. Sehingga penangganan yang di lakukan betul-betul efektif dari lingkup desa hingga Kabupaten.

"Koordinasi kita harus terus jalan, karena ini upaya bersama. Tidak bisa di lakukan sendiri, perlu adanya keinginan bersama untuk mencegah dan menekan angka covid ini,"pungkasnya

Baca juga: Fakta-fakta Penyerangan Kantor Polisi di Distrik Oksamol, Briptu Mario Sanoy Berjaga Seorang Diri

Baca juga: Apa Tujuan Firli Bahuri Sebenarnya Buat List Pegawai KPK yang Diwaspadai, Ini Pengakuan Nurul Gufron

Baca juga: HUT Pomad ke-75, Denpom II Jambi Edukasi Prokes dan Dukung Wisata Kuliner Tradisional di Muarojambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved