Breaking News:

Berita Kota Jambi

Hari Raya Waisak, Fangsen dan Harapan Kehidupan yang Lebih Baik di Masa Mendatang

Dalam ajaran Buddha meyakini adanya reinkarnasi. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada yang dalam...

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Dedy nurdin
Tabur benih ikan dan kura-kura di Danau Sipin. Fangsen Dan Harapan Kehidupan Yang Lebih Baik Dimasa Mendatang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ritual Fangsen, melepas hewan ke alam dalam rangka perayaan Waisak Tahun 2565 BE yang berlangsung di Danau Sipin, Kota Jambi pada Rabu (26/5/2021) di ikuti 10 Vihara yang ada di Kota Jambi. 

Sejumlah pengurus Vihars pun tampah membawa puluhan wadah berisi ikan dan kura-kura untuk dilepaskan ke Danau Dipin, areal danau di tengah Kota Jambi yang kini disulap menjadi kawasan wisata. 

Yanti, pengurus Vihara Vimuttara bersama rombongannya menaiki perahu sendiri yang diisi 6 orang. Sebuah wadah berisi ikan ditaruh dibagian depan perahu bermesin itu. 

Tak lama sesudah perahu hias melepas tali dari dermaga, ia dan beberapa pengurus mulai memanjatkan doa dengan khusyuk. Lantunan doanya cukup jelas terdengar secara bersama-sama dengan pengurus lainnya. 

Setelah cukup jauh dari dermaga ia dan pengurus lainnya mulai menumpahkan wadah plastik berisi ikan ke danau secara bersama-sama. Hal serupa juga terlihat dari belasan perahu yang turut melepas ikan dan kura-kura ke danau. 

Yanti mengatakan ini merupakan tradisi Fagsen, ritual keagamaan dalam ajaran Dharma Bodisattva antara keselarasan menjaga alam dan harapan untuk kehidupan yang lebih naik di tahun yang akan datang. 

Tak banyak memang rangkaian ibadah yang bisa dilakukan selama pandemi Covid 19 berlangsung dalam dua tahun ini. Ia dan warga etnis Tionghoa lainnya yang memeluk ajaran Buddha hanya bisa Sembahyang di Vihara dan melakukan Fangsen

Sementara puncuk perenungan masuknya detik-detik Waisak pada Rabu sore yang biasanya diadakan di kawasan Candi Muaro Jambi tahun ini ditiadakan. 

Yanti berharap situasi ini segera berlalu,"Harapannya situasi Covid 19 ini segera berlalu dan perekonomian kita segera pulih,"katanya. 

Meski tak banyak rangkaian ibadah yang bisa dilakukan pada perayaan Waisak, Rudy Zhang ketua Perkumpulan Umay Buddha Jambi mengajak seluruh umat Buddha di Jambi tetap khusyuk beribadah dan berdoa agar pandemi Covid 19 segera berlalu. 

Ia mengatakan tradisi Fansen sendiri merupakan ritual yang dimaknai sebagai kepedulian terhadap hak hidup makluk lainnya. Melepaskan ikan di Danau Sipin adalah memberi hak hidup yang lebih panjang kepada mahluk tersebut. 

Dalam ajaran Buddha meyakini adanya reinkarnasi. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada yang dalam kehidupan selanjutnya bereinkarnasi sebagai ikan. 

"Kami memercayai reinkarnasi melalui fansen, semoga mereka memiliki kesadaran hidup di alam lebih baik terhidar dari kesakitan saat reinkarnasi nanti bagi yang melakukan pelepasan ikan hari ini," katanya. 

Ikan-ikan yang dilepas liarkan dibeli dari pasar. Dengan memilih jenis-jenis ikan lokal yang memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi sehingga bisa bertahan hidup dan berkembang biak. 

Lebih dari 20p kilogram ikan dilepas pada kegiatan tersebut. Fangsen ini juga di hadiri Walikota Jambi Syarif Fasha. (Dedy Nurdin) 

Baca juga: Kronologi Gadis 12 Tahun di Kerinci Tewas Tertimpa Pohon, Ternyata Keluarga Sudah Lama Ketakutan

Baca juga: Penampakannya Belum Total, Nonton di Sini Live Streaming Gerhana Bulan, Rabu 26 Mei 2021

Baca juga: Ganjar Pranowo Terancam Terus Disudutkan PDIP, Pengamat Sarankan Cari Perahu Lain Untuk Pilpres 2024

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved