Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cara Mengenali Ciri-ciri ATM Link dan Cara Membedakannya, Punya Ciri Khas Warna Merah Putih

Per tanggal 1 Juni 2021 Jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN tersebut mulai mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai

Editor: Fitri Amalia
bri.co.id
Ciri-ciri ATM Link 

TRIBUNJAMBI.COM - Perlu kamu ketahui Tribunners, terutama untuk nasabah bank-bank BUMN atau bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Per tanggal 1 Juni 2021 Jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN tersebut mulai mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai.

Dengan berlakunya kebijakan baru ini nantinya bagi kamu yang mau cek saldo, akan dikenakan biaya Rp 2.500 per transaksi.

Selain itu, keempat bank pelat merah tersebut juga mematok biaya yang sama untuk transaksi tarik tunai yakni sebesar Rp 5.000 di mesin ATM Himbara yang berbeda dan ATM Link, dari semula Rp 0 atau gratis.

Padahal sebelumnya penggunaan ATM Link atau ATM Himbara yang berciri khas warna merah putih itu gratis untuk semua pengguna kartu debit semua bank BUMN.

Lebih lanjut, biaya untuk transaksi cek saldo semula tidak dipungut biaya.

Tarif berlaku untuk ATM Link yang berbeda bank. Sementara untuk ATM Link yang masih satu bank, tidak dikenai biaya.

Misalnya kamu akan transaksi kartu Bank Mandiri di ATM Bank Mandiri dengan sticker ATM Link tidak dikenakan biaya.

Ciri-ciri ATM Link

01112016_ATM LINK
01112016_ATM LINK (KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON)

Apa saja ciri-ciri ATM Link dan bagaimana membedakannya dengan ATM yang dimiliki langsung oleh masing-masing dari empat bank BUMN?

Ciri-ciri paling mudah untuk mengenali ATM Link yakni pada warnanya. ATM Link memiliki ciri khas warna merah putih seperti bendera Indonesia.

Warna merah putih tersebut terdapat pada bagian papan persis di atas mesin ATM. Di mana merah jadi warna background, sementara putih dijadikan warna tulisan logo 'ATM Link'.

Selain itu, tulisan logo ATM Link dengan latar warna merah tersebut juga muncul dalam tampilan layar monitor di mesin ATM, terutama saat mesin ATM tidak sedang dipakai (sebelum kartu debit dimasukan).

Namun, seringkali ditemui ATM Link yang memasang papan dengan latar warna putih. Dengan posisi logo Link berada di pojok kanan dengan latar merah berbentuk oval.

Ciri lainnya yang kontras, yakni pada ATM Link terdapat semua logo 4 bank BUMN yakni BNI, Mandiri, BRI, dan BTN.

Logo 4 bank pelat merah ini berdampingan di papan yang berada di atas mesin anjungan tunai.

Ciri logo 4 bank BUMN ini jelas tidak ditemui pada ATM yang dimiliki oleh masing-masing bank bersangkutan. Di mana ATM milik setiap bank BUMN, hanya menampilkan satu logo saja.

Ciri terakhir yang bisa membedakan ATM Link dengan ATM milik masing-masing bank BUMN yakni pada struk kertas yang keluar setelah transaksi selesai.

Pada ATM Link, pada struk kertas terdapat logo Link. Sementara pada ATM non-link, hanya terdapat satu logo bank pemilik ATM.

Baca juga: Kartu ATM Berbasis Magnetik Stripe Akan Dinonaktifkan, Segera Tukar ke Bank Terdekat

Baca juga: Layanan Berubah Secara Bertahap, Semua Penamaan Bank Syariah Himbara di Jambi Sudah Berubah Jadi BSI

Sejarah ATM Link

Sebagai informasi, ATM Link merupakan mesin tarik tunai gabungan dari empat bank BUMN. ATM ini lahir sebagai produk konsolidasi operasional antar-bank  Himbara.

Himbara sendiri merupakan akronim dari Himpunan Bank-bank Milik Negara.

Pada Desember 2015, ATM Link pertama diperkenalkan di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.

Selanjutnya di tahun 2016, jaringan ATM Link mulai meluas.

Penyebaran awalnya berada di Jabodetabek, sebelum kemudian meluas ke seluruh Indonesia.

Selain mesin ATM baru, ribuan mesin anjungan tunai yang sebelumnya hanya diperuntukan untuk nasabah masing-masing BUMN, mulai digantikan dengan mesin ATM Link yang bisa dipakai gratis untuk semua pengguna kartu debit bank BUMN.

Pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan tersebut akan memberikan banyak manfaat, meliputi penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.

Selain itu, sinergi ini dapat meningkatkan efisiensi, terutama dari sisi investasi dan operasional, sehingga dapat membantu bank-bak BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.

Gratis transfer antar-bank BUMN

Bahkan tidak cuma gratis untuk cek saldo dan tarik tunai untuk sesama bank BUMN, Rini Soemarno berencana merealisasikan transfer antar-bank bisa dilakukan tanpa biaya setelah ATM milik bank BUMN terhubung dalam ATM Link.

Rini Soemarno saat itu meminta biaya transaksi antar-bank BUMN melalui ATM Link bisa menjadi Rp 0 seiring dengan sinergi di antara bank-bank pelat merah.

"Perlu dipikirkan bagaimana biaya transaksi via ATM antar-bank Himbara bisa menjadi Rp 0. Ini sekaligus bisa menarik lebih banyak nasabah untuk bergabung," ujar Rini Soemarno dikutip dari Kontan.

Menurut Rini, dengan sinergi antar-bank BUMN efisiensi bisa ditingatkan, dan biaya-biaya yang timbul bisa ditekan.

Kementerian BUMN berharap, dengan keberadaan dan semangat ATM Link, empat bank BUMN tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk investasi membeli ATM baru.

Dengan pola integrasi ATM, masing-masing bank bisa menggunakan dana belanja ATM untuk keperluan lain.

"Tanpa harus beli ATM, bank-bank BUMN bisa bertambah seiring integrasi ini. Seperti BTN yang saat ini jumlah ATM-nya tidak banyak, akan menjadi bertambah setelah integrasi," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kala itu.

Namun rencana Rini Soemarno tersebut tampaknya sulit terlaksana. Jangankan menggratiskan transfer antar-bank BUMN, hanya untuk cek saldo saja, penggunaan ATM Link saat ini bakal dikenakan biaya.

Ikuti Berita Lainnya Terkait Himbara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved