Breaking News:

Berita Kota Jambi

Sidang Putusan Mantan Kadis Perkim Sungai Penuh Ditunda

Jika uang pengganti tidak dikembalikan seluruhnya dalam tempo satu bulan setelah putusan majelis hakim

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/dedi nurdin
Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Sungai Penuh hadirkan dua ahli dalam persidangan dugaan korupsi Mantan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap Nasrun, mantan Kepala Dinas Perkim Kota Sungai Penuh dan Lusi Afrianti bendahara pengeluaran yang tersandung kasus korupsi penyalah gunaan anggaran Dinas Pemukiman, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan tahun anggran 2017, 2018 dan 2019 ditunda. 

Seperti terlihat dalam persidangan yang berlangsung Senin (24/5/2021) semestinya diagendakan pembacaan putusan. Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi yang diketuai Hakim Yandri Roni menunda persidangan hingga dua pekan mendatang. 

Heri Najib,  penasehat hukum salah satu terdakwa mengatakan penundaan dilakukan majelis hakim karena putusan belum siap. "Ditunda sampai tanggal 10 Juni 2021, putusan belum siap," katanya dikonfirmasi usai sidang. 

Sebelumnya Nasrun selaku penguna anggaran dituntut oleh jaksa penuntut Kejari Sungai Penuh dengan pidana penjara selama 8 tahun. Tuntutan pidana terhadap Nasrun dibacakan dalam sidang pada April 2021. 

Jaksa Penuntut Umum Moehargung Alsonta menyatakan dia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Yakni melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. 

Sebagaimana dalam dakwaan primer, pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah dirubah dan ditambah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 

Junto pasal 55 ayat (1) ke-1, junto pasal 64 ayat (1) kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). 

Nasrun juga dituntut pidana denda senilai 200 juta rupiah, subsider enam bulan kurungan penjara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. 

Untuk uang pengganti kerugian negara, Nasrun dibebankan sebesar 1,7 miliar rupiah. Subsider empat tahun pidana penjara. 

Sementara Lusi Afrianti selaku bendahara Pengeluaran Dinas Perkim dinyatakan oleh jaksa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan primer. 

Lusi dituntut dengan pidana penjara selama lima tahun. Serta denda 200 juta subsider enam bulan pidana kurungan. Ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar 1,3 miliar rupiah. Jumlah tersebut dikurangin denga dengan uang senilai 180 juta rupiah yang telah dititipkan oleh terdakwa kepada jaksa penuntut umum Kejari Sungai Penuh. 

Jika uang pengganti tidak dikembalikan seluruhnya dalam tempo satu bulan setelah putusan majelis hakim dinyatakan inkrah maka harta benda terdakwa dapat disita untuk dilelang menutupi kerugian negara. 

Dalam hal tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan pidana penjara. (Dedy Nurdin) 

--

Baca juga: Deretan Shio Diramalkan Kurang Beruntung Besok, Ada yang mendapatkan Peristiwa Mengejutkan

Baca juga: Link Nonton Ikatan Cinta 24 Mei 2021 Pukul 19.30 WIB, Elsa Benar Hamil dan Riki Desak Elsa Bercerai

Baca juga: Inilah Kriteria Pemilih yang Bisa Menggunakan Hak Suaranya Saat PSU Pilgub Jambi di Batanghari

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved