Berita Internasional

Tanda-tanda Gencatan Senjata Israel Vs Hamas Belum Nampak Meski Ratusan Nyawa Sudah Tewas

Saling serang antara militer Israel dan gerilyawan Hamas itu pun terus berlanjut dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

24h
Rudal Qassam merupakan senjata andalan Hamas. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga kini, Israel dan Hamas masih saling serang lewat roket dan rudal masing-masing di wilayah Palestina.

Saling serang antara militer Israel dan gerilyawan Hamas itu pun terus berlanjut dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Kendati begitu, pertempuran itu telah menyebabkan kerusakan yang luas di wilayah Palestina dan mengancam kota-kota jauh di wilayah Israel.

Melansir Reuters, Rabu (19/2) pejabat medis Gaza mengatakan 219 orang telah tewas sejak pertempuran berkobar pada 10 Mei 2021 hingga pihak berwenang Israel menyebutkan jumlah korban tewas di Israel pada 12 orang.

Roket terbang di langit malam dari Beit Lahia utara Gaza, ke Israel pada 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan serangan udara dan artileri sebagai respons serangan roket yang dilakukan kelompok Hamas.
Roket terbang di langit malam dari Beit Lahia utara Gaza, ke Israel pada 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan serangan udara dan artileri sebagai respons serangan roket yang dilakukan kelompok Hamas. (AFP PHOTO/MOHAMMED ABED)

Upaya diplomatik regional dan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan gencatan senjata telah meningkat tetapi sejauh ini gagal.

Dalam serangan selama 25 menit semalam itu, Israel membombardir sasaran termasuk yang menurut militernya adalah terowongan di Jalur Gaza selatan yang digunakan oleh pihak Hamas, kelompok Islam yang memerintah Gaza.

Hampir 450 bangunan di Gaza yang berpenduduk padat itu telah hancur atau rusak parah.

Termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan perawatan primer, dan lebih dari 52.000 warga Palestina telah mengungsi, kata badan kemanusiaan PBB itu.

Kerusakan itu telah meninggalkan kawah besar dan tumpukan puing di daerah kantong pantai, dan memperdalam kekhawatiran jangka panjang tentang kondisi kehidupan di Gaza.

"Siapa pun yang ingin belajar tentang kemanusiaan (Israel) harus datang ke Jalur Gaza dan melihat rumah-rumah yang dihancurkan, selain mereka yang tinggal di dalamnya," ujar dosen universitas Ahmed al-Astal, berdiri di dekat puing-puing rumahnya di Khan Younis di Gaza selatan.

Baca juga: Dianggap Paling Berbahaya di Palestina, Ini Sosok yang Paling Diburu Israel untuk Dilenyapkan

Baca juga: Sosok Mohammad Deif Panglima Perang Hamas, 26 Tahun Diburu Israel, Tetap Hidup Meski Ditembak Rudal

Baca juga: Pasukan Israel Panik hingga Kocar-kacir Berhadapan dengan Pasukan Berbaju Putih di Jalur Gaza

Dia pun mengatakan tidak ada peringatan sebelum rumahnya hancur dalam serangan udara sebelum fajar.

Israel, yang menyalahkan permusuhan terbaru pada Hamas, mengatakan pihaknya pun mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi bangunan yang akan ditembaki dan hanya menyerang apa yang dianggap sebagai target militer.

Para pemimpin Israel mengatakan mereka terus melakukan serangan terhadap Hamas dan Jihad Islam, kelompok militan lainnya.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa, dengan sekitar 12.000 rudal dan bom mortir yang tersisa di gudang senjata kelompok-kelompok Islam di Gaza, "mereka masih memiliki cukup roket untuk ditembakkan".

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved