Breaking News:

Janda 'Diinspeksi' Suami yang Istrinya Merantau ke Kalimantan hingga Posisi Bisa Begini Malam-malam

Pak kades coba menjadi penengah, tapi warga tidak terima dan meluapkan kemarahan hingga melempari balai desa serta merusak pagar, lemari, kursi dan

Editor: Edmundus Duanto AS
Tangkapan layar video
Ilustrasi janda. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah janda 'diinspeksi' pria lain yang istrinya sedang merantau di Kalimantan, membuat geger warga Desa Ngimbang, Tuban, Jawa Timur.

Seorang pria beristri melakukan hubungan gelap dengan seorang janda.

Pria itu tertangkap basah berselingkuh oleh warga.

Cerita berawal saat pria berinisial S menjalin hubungan dengan janda berinisial E.

S sudah beristri namun sedang merantau ke Kalimantan.

Sementara E sudah lama tidak bersuami.

Perselingkuhan pria beristri dan janda membuat warga desa emosi, sampai berujung kericuhan.

S (56) dan perempuan berinisial E (49), mereka warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang.

Buntut dari hubungan gelap ini, mereka dimediasi kepala desa dan perangkatnya.

Namun mediasi itu malah membuat warga sekitar geram dan melakukan perusakan balai desa pada Minggu (16/5/2021) malam.

Data yang dihimpun SURYAMALANG.COM, usut punya usut kasus perselingkuhan ternyata sudah terjadi beberapa bulan terakhir.

Perselingkuhan itu membuat warga resah.

"Perselingkuhan sudah sekitar tiga bulan. Warga yang tidak terima hasil mediasi lalu merusak kantor desa," kata AKP M Adhi Makayasa, Kasat Reskrim Polres Tuban, saa dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Aksi keduanya kerap dilakukan di rumah sang janda.

"E sudah tidak punya suami sedangkan S istrinya kerja di Kalimantan," ungkap Adhi.

Diduga, akibat kasus ini, pernikahan S dan istrinya berada diujung tanduk.

Dalam kasus ini pihak kepolisian hanya melakukan antisipasi agar tidak terjadi gejolak sosial.

Pasalnya untuk penanganan dugaan kasus perzinahan juga tidak memenuhi unsur.

Mengenai penanganan kerusakan balai desa, ia menunggu adanya pelaporan dari pihak yang merasa dirugikan.

"Kita lebih ke penanganan agar tidak terjadi gejolak konflik sosial, saat ini pasangan S dan E yang kita amankan telah kita serahkan ke kades untuk diproses bagaimana baiknya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Balai Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, terlihat berantakan setelah dirusak warga setempat, Minggu (16/5/2021) tengah malam.

Kronologi perusakan kantor desa dipicu adanya dugaan kasus perzinahan yang dilakukan S (56) dan E (49), warga setempat.

Pasangan bukan suami istri itu awalnya dimediasi kepala desa dan perangkat.

Saat itu sekira 100 orang warga yang sudah berkumpul di depan balai desa, mengira S dan E tertangkap basah selingkuh di dalam rumah.

Pak kades menjelaskan bahwa keduanya sanggup membayar denda Rp 20 juta.

Namun warga tetap tidak terima dan meminta supaya pelaku diusir dari desa.

Warga yang tidak terima dengan penjelasan kades itu langsung meluapkan kemarahan.

Mereka melempari balai desa serta merusak pagar, lemari, kursi dan monitor komputer.

Kepolisian yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi.

Di sana, polisi mengamankan pelaku dugaan perselingkuhan ke Mapolres Tuban.

Polisi meredam kemarahan warga dengan cara menenangkan suasana.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kasus tersebut.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang

Baca juga: Sersan Badri Kopassus Menyamar 1 Tahun, Eh Malah Dipalak Orang

Baca juga: Baca Biodata Kasino Warkop DKI Bikin Ngakak, Pokoknya yang Demplon dan Energik

Baca juga: Tionghoa Asal Jambi Jadi Pasukan Elite TNI AU, Hendra Kho Digembleng di Maxwell Air Force Base

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved