Breaking News:

Berita Internasional

Pengakuan Mengejutkan Eks Tentara Israel Sebut Pemerintah dan Komandan Militernya Penjahat Perang

Demikian hal itu dikatakan Yonatan Shapira, pilot AU yang diberhentikan dari militer pada 2003 silam.

AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI
Kepolisian Israel berusaha mengusir demonstran Palestina dalam bentrokan yang berlangsung di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengakuan mengejutkan mantan pilot Angkatan Udara Israel yang membelot menyebut negaranya adalah penjahat perang.

Demikian hal itu dikatakan Yonatan Shapira, pilot AU yang diberhentikan dari militer pada 2003 silam.

Di Israel, ada segelintir orang dari kalangan sipil serta militer yang menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv kepada rakyat Palestina, salah satunya adalah Saphira

Shapira sendiri bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah dan penyerangan kepada Palestina.

Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira menyebut negaranya adalah penjahat perang.
Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira menyebut negaranya adalah penjahat perang. (Tangkap Layar Youtube Anadolu Agency)

Aksi itu menyebabkan dirinya dan beberapa pengikutnya dipecat dari instansi.

Kampanye pembelotan kepada pemerintah Israel itu Shapira lakukan bersama 27 lebih pilot militer lainnya.

Alhasil dia dan semua rekannya itu diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Setelah pemecatannya itu, Shapira juga diberhentikan dari semua pekerjaan lain yang ia lakukan selama aksi pro-Palestina dilakukannya.

Shapira mengangkat hak-hak warga Palestina dan menyuarakan soal kejahatan perang yang dilakukan tentara Israel dengan mengadakan konferensi internasional.

Saat ini Shapira telah pindah ke Norwegia dan melanjutkan hidup di sana.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved