Begini Kondisi Israel Setelah Dihukum Tuhan, Ribuan Orang Mati Mengenaskan

Kisah lama menceritakan bagaimana orang-orang Israel dihukum oleh Tuhan. Saat itu ribuan orang mati mengenaskan.

Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews.com
Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah lama menceritakan bagaimana orang-orang Israel dihukum oleh Tuhan.

Saat itu ribuan orang mati mengenaskan.

Baal-Peor adalah peristiwa tragis penyembahan berhala bangsa Israel yang berakibat tewasnya 24.000 orang karena ditimpa hukuman dari Tuhan.

Kisah itu dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen terutama di dalam Kitab Bilangan pasal 25 ayat 1-15.

Bahkan kisah tragis itu disinggung berkali-kali di bagian Alkitab lain: Bilangan 25:18 dan Bilangan 31:16, Ulangan 4:3, Yosua 22:17, Hosea 9:10; Mazmur 106:28, juga di bagian Perjanjian Baru: 1 Korintus 10:8.

Peristiwa itu terjadi setelah kisah Bileam bin Beor yang dipanggil oleh Balak bin Zipor, raja Moab, untuk mengutuki bangsa Israel.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Israel Habis-habisan Serang Jemaah di Masjid Al-Aqsa Palestina

Baca juga: Israel Dibombardir Roket dari Suriah, Khawatir Pertempuran Meluas di Timur Tengah, Begini Reaksi AS

Namun, setelah diperingatkan Allah melalui peristiwa keledainya yang dapat berbicara dan penampakan malaikat yang siap membunuhnya, Bileam hanya bersedia mengatakan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Tiga kali Bileam dibawa ke tempat untuk dapat melihat perkemahan Israel, tetapi tiga kali itu pula Bileam memberkati bangsa Israel, kemudian ia dan Balak pulang ke rumah mereka masing-masing.

Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017.
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)

Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzina dengan perempuan-perempuan Moab.

Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.

Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka Tuhan terhadap Israel; sehingga turunlah tulah besar menimpa orang Israel.

Orang yang mati karena tulah itu ada 24.000 orang banyaknya. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan Tuhan di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut daripada Israel.

"Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor.

"Pada waktu Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan, datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya.

Baca juga: Iran Mulai Ikut Campur Perang Israel-Palestina, Kini Bantu Hamas Kembangkan Senjata Mematikan

Baca juga: Kisah Tragis Anak-anak Palestina Tewas Dibom Israel: Itu Benar-benar Kejam

Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya.

Maka berhentilah tulah itu menimpa Israel.

Nama orang Israel yang mati terbunuh bersama-sama dengan perempuan Midian itu ialah Zimri bin Salu, pemimpin salah satu puak orang Simeon, dan nama perempuan Midian yang mati terbunuh itu ialah Kozbi binti Zur; Zur itu adalah seorang kepala kaum yaitu puak di Midian.

TUHAN berfirman kepada Musa: "Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku daripada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku.

Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang daripada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel.

Peristiwa ini dikenang dalam Kitab Mazmur pasal 106:

"Mereka berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati. Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di antara mereka.

Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel.
Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel. (Tribunnews.com)

Tetapi Pinehas berdiri dan menjalankan hukum, maka berhentilah tulah itu. Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa turun-temurun, untuk selama-lamanya."

Kitab Bilangan mencatat adanya hubungan antara Bileam dengan peristiwa Baal-Peor

"Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN."

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kisah Israel Dihukum oleh Tuhan, 24.000 Orang Mati Mengenaskan, MurkaNya Bangkit.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved