Siapa Sosok Mr M Mafia Alutsista di Kemenhan, Prabowo Persilahkan Connie Bakrie Bongkar Semua

Connie mengatakan hal itu juga mengingat tugas masyarakat besama Kementerian dan Lembaga terkait adalah mengawal anggaran negara termasuk Anggaran Per

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat jalan bersama dalam rapat yang dihelat di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pengamat militer Dr Connie Rahakundini Bakrie menjawab pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melalui Juru Bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mempersilakannya untuk mengungkap sosok mafia alutsista Mr M.

Pertama, Connie mengucapkan terima kasih yang terdalam atas apresiasi Prabowo dan perhatiannya pada pemberitaan terkait Mafia "Mr M".

Sebagai Warga Negara yang baik, akademisi sekaligus inteketual, kata Connie, adalah kewajibannya untuk bersikap kritis dalam mendukung Menteri Pertahanan dan atau Kementerian Pertahanan agar dapat bertindak, bukan sekedar mewanti-wanti, bahwa tidak ada tempat bagi siapa pun yang dapat bermain-main dalam upaya modernisasi Alutsista.

Baca juga: BREAKING NEWS Bocah 8 Tahun di Muarojambi Cabuli Bocah 5 Tahun, Diduga Pelaku Pernah Jadi Korban

Baca juga: Pria yang Teriak-teriak Ajak Pemudik Terobos Penyekatan Mudik Diamankan Polisi, Dianggap Provokator

Connie mengatakan hal itu juga mengingat tugas masyarakat besama Kementerian dan Lembaga terkait adalah mengawal anggaran negara termasuk Anggaran Pertahanan utamanya mengingat anggaran tertinggi pada APBN kita.

Selanjutnya, kata dia, terkait beredarnya Mr M atau mafia dalam upaya modernisasi Alutsista dan atau MRO diakui keberadaannya juga oleh para tokoh antara lain Anggota DPR RI Komisi I M Farhan, Mantan Kepala BAIS S Ponto, dan Deputy V KSP Jaleswari Pramodawardhani.

"Maka, menjadi tugas Kemhan bersama sama KPK dan aparat terkait untuk menggunakan seluruh perangkat yang dimiliki untuk membuka siapa saja Mr M dimaksud, bukan tugas seorang akademisi atau intelektual," kata Connie ketika dikonfirmasi Tribunnews.com pada Selasa (11/5/2021).

Lalu, kata dia, Mr M atau Madamme M, Mr X atau Madamme X, atau siapapun merupakan perkara mudah jika Kemhan RI dapat mengundang KPK untuk masuk menelisik tahapan dalam proses CADMID.

"Biarkan KPK melakukan tugasnya dengan baik sehingga siapapun yang bermain dapat benar benar terungkap dan terhentikan," kata Connie.

Kemudian, lanjut dia, Good Governance memandatkan adanya transparansi dimana dalam pertahanan sebuah negara demokratis mewajibkan Menteri Pertahanan dan Kementrian Pertahanan mampu melakukan transparansi dalam hal kebijakan anggaran.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia Rabu 12 Mei, Jambi Diperkirakan Hujan dari Pagi Hingga Malam

Baca juga: Sembunyi di Gunung, Akhirnya Pria yang Bakar Gadis Cantik di Cianjur Dibekuk Polisi

Connie mengatakan patut diingat kerahasiaan pertahanan tidak terletak pada anggaran, tetapi terletak pada strategi, pelatihan dan taktik perang dalam menggunakan Alutsista dimaksud

Tanpa adanya transparansi anggaran, kata Connie, akan sulit membangun kepercayaan karena dalam proses CADMID semua hal bisa terjadi.

Ia mencontohkan sinyalemen terbuka dari Komisi 1 DPR RI Tubagus Hasanudin tentang RPerpres dengan anggaran kurang lebih Rp 1.760 triliun dalam modernisasi alutsista 2020 – 2024.

"Apakah sudah melalui tahapan yang benar? Sudahkah disetujui dan dipahami oleh pengguna (TNI) dan oleh Komisi 1? Karena jika benar alokasi PLN tersebut maka seluruh Warga Negara perlu mengetahui karena hal ini memiliki konsekuensi pembayaran utang Luar Negeri yang sangat besar dan akan menjadi beban negara dan Warga Negara," kata Connie.

Tentang Pseudo Indhan atau industri pertahanan semu atau palsu, kata Connie, ia sudah menyampaikannya sejak era Menhan terdahulu bahwa hal termudah untuk melakukannya adalah melalui audit teknologi yang ketat oleh Kementerian dan Lembaga terkait bersama BPK kepada semua pelaku Inhan BUMN dan atau BUMS.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved