Breaking News:

Nasib Warga yang Sudah Terlanjur Mudik di Kampung Halaman, Jubir Kemenhub Sarankan tes Covid

Meski dilarang masyarakat tetap nekat mudik jelang lebaran tahun ini. Begini Konsekwensinya

Editor: Heri Prihartono
ist
Titik penyekatan Larangan Mudik 1442 Hijriyah/ 2021, Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang kembali ramai dilintasi pemudik, Senin (10/5/2021) malam. (Wartakota/Muhammad Azzam) 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski dilarang masyarakat tetap nekat mudik jelang lebaran tahun ini.

Lonjakan arus mudik pun tak bisa dihindari akibat masyarakat yang bersikeras mudik.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyadari banyak masyarakat yang ngeyel tetap nekat mudik di situasi pandemi Covid-19.

Adita meminta masyarakat yang sudah  tiba di kampung halaman untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu diungkap  Adita saat dialog bertajuk Serba-Serbi Covid-19: Kenapa Baiknya #Tidakmudik? yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (11/5/2021).

"Kalaupun sudah sampai juga menyadari betul mereka di daerahnya bisa betul-betul menerapkan protokol dan syukur-syukur mencoba tes deh," kata Adita.

Adita juga menegaskan, pemerintah telah berupaya melakukan penyekatan serta meminta untuk para pemudik itu untuk kembali ke rumah masing-masing.

Namun, masih ada masyarakat yang tetap bersikeras untuk mudik.

"Sebagian memenuhi syarat tetapi sebagian lain adalah pihak-pihak yang ngeyel," ucap Adita.

"Sebagian sudah kita putar balikan karena menuhi syarat tetapi masih saja ada yang bersikeras," jelas Staf Khusus Menteri Perhubungan ini.

Diketahui, Pemerintah telah berupaya memberlakukan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selama larangan mudik berlaku, bandara tetap beroperasi, namun hanya melayani penumpang dengan kebutuhan mendesak.

SUMBER ARTIKEL : TRIBUNNEWS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved