Breaking News:

Berita Muarojambi

Masuk Zona Merah Sangat Beresiko, Bupati Masnah Imbau Shalat Idul Fitri Ditiadakan

Dalam salat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19

freepik
Idul Fitri 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Masuk kategori zona merah yang sangat beresiko penularan Covid-19, Bupati Muarojambi, Masnah menghimbau untuk shalat Idul Fitri tidak dilaksanakan.

Menghadapi persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, dalam rapat koordinas Bupati Muarojambi menyampaikan, Kabupaten Muarojambi kini sangat beresiko penyebaran Covid-19.

Dari hasil rapat koordinasi oleh tim gugus tugas sepakat menyikapi kegiatan ibadah sholat Idul Fitri untuk tidak dilaksanakan atau ditiadakan.

Hal ini sesuai imbauan Menteri Agama tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19.

Saat diketahui isi imbauan Menteri Agama tersebut yakni.

Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi zona merah dan zona oranye agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa majelis ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19. Yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Dalam salat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, jemaah salat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen.

"Kita harus mengingatkan masyarakat bahwa pelaksanaan 3 M itu memang penting. Untuk menghindarai penyebaran Covid-19. Kita dapat berkaca pada kejadian penyebaran Covid-19 di Negara India, satu hari ada 1000 kasus kematian. Dan jangan sampai peristiwa ini sampai ke Negara kita,"kata Bupati Masnah.

Sementara Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto juga menyampaikan, saat ini wilayah Muarojambi mengalami peningkatan status, dari zona oranye naik ke zona merah.

Untuk tempat ibadah melaksanakan giat ibadah sebayak 50 persen dengan menyiapkan prokes yang ketat. Untuk tempat perbelanjaan agar membatasi pengunjung dan menjaga jarak.

Baca juga: Terungkap Wasiat Sapri Pantun Sebelum Meninggal Dunia., Ruben Onsu: Saya Harus Bertanggungjawab

Baca juga: Begini Kondisi Indah Daniarti Saat Dibakar Hidup-hidup Pacarnya, Ayah: Laki-laki Itu Berhati Iblis

Baca juga: Nasib Warga yang Sudah Terlanjur Mudik di Kampung Halaman, Jubir Kemenhub Sarankan tes Covid

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved