Breaking News:

Berita Internasional

Filipina Berkeras Ogah Diganggu China hingga Berniat Sulap Laut China Selatan Jadi Markas Militer

Militer Filipina juga akan meminta Presiden Rodrigo Duterte mendanai pusat logistik di Pulau Thitu, kata ketua Jenderal Cirilito Sobejana.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
FILE : Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Negara yang dipimpin Rodrigo Duterte nampaknya sudah geram dengan tindakan China di kawasan Laut China Selatan

Ya, Filipina bahkan sampai berencana mengubah pulau Laut China Selatan itu menjadi pusat militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Militer Filipina juga akan meminta Presiden Rodrigo Duterte mendanai pusat logistik di Pulau Thitu, kata ketua Jenderal Cirilito Sobejana.

Seperti diketahui, militer Filipina saat ini tengah berupaya untuk mempertahankan patroli di kawasan Laut Cina Selatan.

Pangkalan militer di Laut China Selatan.
Pangkalan militer di Laut China Selatan. (24h.com.vn)

Militer Filipina memperketat patroli di perairannya usai kapal China terdeteksi masuk ke wilayah ZEE mereka.

Mereka juga berencana akan menempatkan kamera beresolusi tinggi dan berkemampuan malam untuk memantau aktivitas di sekitar pulau yang diklaim oleh Filipina, katanya.

"Tujuan kami adalah untuk mengusir milisi maritim China dan kapal China lainnya dari zona ekonomi eksklusif kami," kata Sobejana kepada CNN Filipina, Senin.

China pun dapat menyelesaikan perselisihan dengan Filipina melalui "konsensus bersama untuk melakukan dialog dan konsultasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying pada jumpa pers reguler Senin (11/5) di Beijing, ketika ditanya tentang rencana militer Filipina.

Orang-orang tertentu akan mengaduk-aduk masalah ini, tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.

Baca juga: Bukan Cuma Gertak! Xi Jinping Buktikan Agresi dengan Kirim Kapal Induk Kedua di Laut China Selatan

Baca juga: China Mulai Gerogoti Wilayah Afrika, Disebut Bakal Meninggalkan Laut China Selatan, Punya Misi Lain?

Baca juga: WISATA Jembatan Kaca di China Pecah hingga Turis Tergantung di Ketinggian 330 Meter, Ini Kondisinya

Ketegangan antara Filipina dan China di perairan yang disengketakan telah meningkat selama beberapa minggu terakhir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved