Breaking News:

Berita Sumatera

8 Penambang Emas Tanpa Izin di Sangir Batang Hari Tewas Tertimbun Longsor

Peristiwa penambangan emas tanpa izin atau tambang emas liar kembali memakan korban jiwa.

Tribun Jambi/Muzakkir
ILUSTRASI - Alat berat dikerahkan untuk pencarian korban PETI di Merangin, Jambi, Rabu (25/12/2019). 8 Penambang Emas Tanpa Izin di Sangir Batang Hari Tewas Tertimbun Longsor 

8 Penambang Emas Tanpa Izin di Sangir Batang Hari Tewas Tertimbun Longsor

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa penambangan emas tanpa izin atau tambang emas liar kembali memakan korban jiwa.

Kali ini, 8 orang penambang emas liar tewas tertimbun longsor dari galian yang mereka buat,

Peristiwa tersebut terjadi  di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin (10/5/2021).

Saat kejadian itu, ada 16 penambang yang sedang bekerja. 8 orang penambang emas liar tewas, sisanya ditemukan dalam keadaan luka-luka.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan, Romi Aprijal, seperti dilansir Antara. 

"Dari 16 korban tersebut, delapan orang sudah meninggal dunia dan delapan lagi keadaan luka-luka," katanya.

8 orang penambang emas liar yang  tewas adalah Yasril, Buyung, Ijal, Siat, Nova, Pam De, dan Catno.

Seluruh korban adalah warga Solok Selatan.

Proses evakuasi jenazah penambang yang ditemukan tewas oleh BPBD Solok Selatan, Sumatera Barat.
Proses evakuasi jenazah penambang yang ditemukan tewas oleh BPBD Solok Selatan, Sumatera Barat. (kompas.com)

Romi Aprijal menjelaskan, saat ini petugas di lapangan masih berupaya mencari seorang penambang bernama Siman yang diduga masih tertimbun di tambang emas ilegal itu.

Hanya saja, proses pencarian korban ini terkendala kondisi jalan yang kurang baik.

Wakil Presiden Maruf Amin Merasa Kehilangan Sosok Sahabat Seperti Tengku Zulkarnain

Kebakaran di Danau Sipin Kota Jambi, Rumah Quran Center Ludes Dilalap Api

Wajah Ibunda Wulan Guritno yang Berdarah Inggris Mendadak Disorot Publik: Aku Kira Itu Lady Diana

Selain itu, tumpukan batu berukuran besar juga menyulitkan evakuasi korban.

"Kondisi saat ini penggalian harus menggunakan alat berat karena banyak batu berukuran besar yang tidak mungkin dipindahkan secara manual," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved