Breaking News:

Berita Daerah

Festival Beduk Arakan Sahur Virtual Diikuti 42 Peserta

Arakan sahur merupakan tradisi yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

ist
Arakan sahur virtual diinisiasi oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Arakan sahur merupakan tradisi yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tradisi yang hanya dilakukan pada saat Ramadan dengan puncak perayaan pada malam menyambut hari raya Idul Fitri keesokan harinya.
Arakan sahur ini membuat keramaian, sehingga ini menjadi salah satu hiburan dan menjadi identik ketika ramadan. Namun, pandemi yang terjadi saat ini membuat arakan sahur ditiadakan. Tahun ini adalah tahun kedua masyarakat Kabupaten Tanjabbar tidak merasakan riuh gemuruh dari tiap-tiap alat musik yang digunakan.

Baca juga: Bupati Perintahkan Objek Wisata Tutup, Dibuka Setelah Zona Orange

Meski tidak semeriah arakan sahur yang telah rutin dilakukan, namun Polres Tanjabbar mencoba untuk mengobati rasa rindu masyarakat Kabupaten Tanjabbar mendengar alat musik yang khas pada arakan sahur.
Polres Tanjabbar melaksanakan festival beduk arakan sahur virtual sebagai rangkaian mengisi Ramadan 1442 Hijriah. Kegiatan ini dirangkum dalam Gema Membumi (Gerakan Menyemarakkan Ramadan Membangunkan Sahur dan Bersilaturahmi).

Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Siapkan Video Simulasi Salat Ied di Masjid dan Tidak Dibolehkah di Lapangan

Inisiasi dari kegiatan ini yaitu Polres Tanjabbar. AKBP Guntur Saputro Kapolres Tanjab Barat menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menjaga tradisi yang memang sudah turun temurun namun belum bisa dilakukan seperti biasanya karena kondisi pandemi.
“Untuk menjaga agar tradisi ini tetap di kenal, maka pihaknya mencoba untuk melakukan festival beduk arakan sahur dengan cara virtual,”ungkap AKBP Guntur Saputro, Minggu (9/5).

Baca juga: Tidak Diizinkan Salat di Masjid, Khusus Daerah Zona Merah Covid-19

Untuk peserta festival arakan sahur virtual ini sendiri ternyata juga cukup banyak. Ada lebih kurang 42 peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan sehat.
"Ada 42 peserta festival arakan yang sudah mengikuti dengan tertib dan sehat serta semangat dan disiplin patuh prokes. Ini sebagai upaya kita untuk menjaga tradisi yang sudah menjadi kearifan lokal. Meski di tengah pandemi, sebagai salah satu upaya yang kita lakukan dengan memanfaatkan media virtual," ungkapnya

Baca juga: Amalan Yang Dianjurkan Dikerjakan 10 Hari Terakhir Ramadan Lengkap Dengan Doa Bertemu Ramadan Lagi

Lebih lanjut disampaikan oleh Kapolres bahwa pihaknya juga telah melakukan kegiatan tersebut hingga tahap Grand Final Festival Bedug Gema Membumi Polres Tanjabbar. Kapolres berharap tiap pukulan bedug sahur ini sebagai kebersamaan antar masyarakat Kabupaten Tanjabbar.
"Semoga pukulan semangat bedug sahur ini sebagai pertanda kebangkitan dan kebersamaan warga Tanjabbar berjuang melawan covid serta mencegah penyebaran covid dan tanda kemenangan Tanjabbar Menjelang Hari Raya Idul Fitri," pungkasnya

Baca juga: Kue Kering Ramai Diburu, Omzet Pedagang Capai Rp2 Juta/Hari

Disisi lain, Khairul warga Kabupaten Tanjabbar merasa senang kembali digelarnya arakan sahur. Meskipun memang tidak dilakukan secara langsung, namun katanya ini bisa sedikit mengobati kerinduan dari suara bedug arakan sahur.
"Iya sedikit mengobati lah, dan kami masyarakat Tanjabbar mengapresiasi lah satu ide Polres untuk mengadakan kembali. Karena kan tahun lalu memang tidak ada sama sekali. Berharapnya tahun depan bisa arakan sahur seperti biasa," pungkasnya. (sul)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hendri Dunan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved