Breaking News:

Berita Kota Jambi

Terlibat Mafia Tanah Pensiunan Kanwil BPN Jambi Ditangkap Polda Jambi

Sementara itu, kepada sejumlah awak media, Asnidar mengaku tidak bersalah akan kasus tersebut.

Aryo tondang
Terlibat Mafia Tanah Pensiunan Kanwil BPN Jambi Ditangkap Polda Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Terlibat dalam mafia tanah, seorang pensiunan di Kanwil BPN Provinsi Jambi bernama Asnidar (59), diringkus Subdit II, Harda Ditreskrimum Polda Jambi.

Ia diringkus, atas dugaan pemalsuan sporadik tanah seluas 960 M2 atas nama Ambok Intang, senilai Rp 450 juta pada Tahun 2014 lalu.

Saat itu, pelaku masih berstatus aktif di Kanwil BPN Provinsi Jambi, namun ia pensiun telat pada Tahun 2020 lalu.

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, kasus tersebut bermula saat korban, yang belakangan diketahui bernama Bardiansyah, membeli tanah seluas 960 M2 di wilayah RT 22, Talang Belido, Sungai Gelam, Muaro Jambi kepada pelaku.

Untuk meyakinkan korban, Asnidar, pensiunan Kanwil BPN Provinsi Jambi tersebut berjanji akan membuat SHM, jika telah sepakat terkait harga yang ia tawarkan.

Kemudian, korban dan pelaku negosiasi harga, dan sepakat dengan harga Rp 450 juta yang dibayar dalam 5 tahap, dan melunasi pembayaran pada Juni Tahun 2014 lalu.

"Jadi, tanah tersebut sudah dibayar lunas. Namun pelaku justru menyerahkan sertifikat yang berbeda dari perjanjian awal," kata Kaswandi, Jumat (7/5/2021) sore.

Saat itu pelaku justru memberikan SHM  nama dirinya sendiri, yakni Asnidar, dengan luas 1.594 M2 kepada korban.

Padahal, perjanjian di awal, pelaku menunjukkan Sporadik atas nama Ambok Intang, dengan  luas 960 M2.

Kemudian, pelaku kembali menawarkan tanah seluas 1.594 M2 tersebut kepada korban, jika tidak berniat membeli keseluruhan, ia mengaku akan memecahkan sertifikat tersebut, sesuai dengan pembelian di awal, yakni seluas 960 M2.

Halaman
12
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved