Breaking News:

Larangan Mudik Jambi 2021

Selama Penyekatan Dilaksanakan, Terminal Alam Barajo Catat Ada Ratusan Penumpang Tiba di Kota Jambi 

Sejak diberlakukannya penyekatan arus mudik di perbatasan-perbatasan mulai 27 April - 6 Mei 2021, Terminal Alam Barajo Kota Jambi

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/monang
Terminal Alam Barajo Sepi Jelang Sehari Larangan Mudik 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak diberlakukannya penyekatan arus mudik di perbatasan-perbatasan mulai 27 April - 6 Mei 2021, Terminal Alam Barajo Kota Jambi mencatat ada sekitar 479 penumpang yang berhasil tiba di terminal tersebut. 

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Alam Barajo, Ibrahim mengatakan ratusan penumpang itu tiba dengan 42 kendaraan.

Ia menambahkan pemeriksaan surat keterangan bebas dari COVID-19 dilakukan di loket masing-masing dan di pos penyekatan.

"Tidak diperiksa di sini. Kami hanya menerapkan protokol kesehatan tiga M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Yang tidak ada keterangan bebas dari COVID-19, bakal kena di pos penyekatan," katanya, Kamis (6/5/2021).

Dibandingkan tahun lalu, ia bilang, penumpang di bulan ramadan kali ini meningkat 100 persen. Pergerakan penumpang tampak lebih fleksibel dibandingkan tahun lalu.

"Kalau tahun 2020 sangat ketat, susah lolosnya. Tahun ini tampaknya lebih fleksibel, karena bisa mudik sebelum larangan," tuturnya.

Dari tanggal 1 April sampai 6 Mei tahun 2021, ada 2.113 penumpang yang tiba di Terminal Alam Barajo, Kota Jambi. Sedangkan penumpang keberangkatan, berjumlah 8.327 orang.

Sementara itu saat larangan mudik pada 6-7 Mei Terminal Alam Barajo masih beroperasi. Ibrahim mengatakan Bus di terminal masih boleh mengantar penumpang dengan syarat-syarat tertentu.

"Penumpang yang boleh berangkat, yakni penumpang dengan tujuan dinas atau bekerja, penumpang yang membutuhkan perawatan medis, serta penumpang yang berangkat karena keluarganya meninggal," katanya.

Ia tidak bisa memastikan perusahaan otobus (PO) mana saja yang aktif beroperasi di terminal tersebut. Banyak perusahaan otobus tutup pelayanan sementara. 

Namun, sewaktu-waktu ada yang membutuhkan pelayanan transportasi bus selain untuk mudik, perusahaan dapat menerimanya. 

"Tentunya jika ada yang membutuhkan angkutan bus, izinnya harus lengkap. Tergantung perusahaan otobus juga, sehingga bisa dikasih rekomendasi," tutupnya.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Baca juga: Pria yang Mengaku Jendral dari Kekaisaran Sunda Nusantara Sudah Dipulangkan

Baca juga: Nekat Terobos Pos Penyekatan Jambi Riau Satu Bus Tujuan Palembang Putar Balik

Baca juga: Trailer Preman Pensiun 5 Besok Jumat 7 Mei 2021, Kang Mus Turun Tangan Lagi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved