Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hidup Dengan Hati yang Suci

Bacaan ayat: Matius 5:8 (TB) - "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah". Oleh Pdt Feri Nugroho

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi berdoa 

Hidup Dengan Hati yang Suci

Bacaan ayat: Matius 5:8 (TB) - "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Dalam banyak kepercayaan yang dianut, ada kesadaran universal yang tersemat bahwa Tuhan itu suci dan manusia itu tidak suci atau berdosa.

Untuk itu, agar manusia dapat berhubungan dengan Tuhan, maka ada keharusan dari pihak manusia untuk menyucikan diri.

Tindakan penyucian diri ini terlihat dalam banyak ritual yang dilakukan, sebelum seseorang berhubungan dengan Tuhan.

Suci ternyata menjadi syarat mutlak agar seseorang bisa berjumpa dengan Tuhan.

Suci menjadi tuntutan Ilahi bagi setiap orang yang ingin berjumpa dengan Tuhan.

Perjanjian Lama penuh dengan ritual penyucian.

Penyucian terlihat dalam larangan untuk makan makanan tertentu, misalnya dengan melarang umat makan makanan tertentu atau binatang tertentu.

Renungan Harian Kristen - Belajar Dari Alam

Penyucian berlaku bagi orang-orang tertentu yang akan ambil bagian dalam ritual ibadah. Suku Lewi dikhususkan untuk mengangkat Tabut Perjanjian dan itu

dipertahankan sampai masuk ke tanah perjanjian yaitu Kanaan.

Adanya larangan, ternyata berorientasi pada menjaga kesucian sehingga ketika seseorang berjumpa dengan Tuhan tidak mendatangkan murka dari Tuhan.
Hari ini kita patut bersyukur.

Berbagai ritual penyucian telah tergenapi dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yesus Kristus menjadi wujud nyata dari bayang-bayang penyucian dalam Perjanjian Lama, sehingga hanya dengan percaya kepada-Nya jaminan kesucian Allah dapat dipenuhi karena Dia adalah Firman Allah sendiri yang suci, yang telah berkenan menjadi manusia.

Itu artinya hanya dalam Yesus tuntutan kesucian Allah dapat dipenuhi dan digenapi.

Konsekuensi logisnya, setiap orang percaya telah disucikan.

Untuk itu, seorang yang percaya bahwa Yesus telah menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, maka ia harus hidup suci sebagimana yang dikehendaki oleh Tuhan.

Sabda Bahagia, salah satunya menyatakan bahwa "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."

Suci hati meliputi tindakan membersihkan pikiran dari segala ketidakbenaran.

Membebaskan pikiran dari pikiran jahat dan negatif.

Jangan berfikir buruk tentang sesama, jangan berprasangka buruk kepada orang lain, membentengi pikiran dari iri hati, marah, dan segala pikiran jahat yang bisa muncul karena pengaruh sekali pandang; tanpa mau mengklarifikasi atau berfikir ulang secara obyektif.

Contoh paling sederhana, melihat seorang yang tidak menyapa atau tersenyum saat melihat kita; godaan yang mengarah pada tuduhan bahwa dia tidak suka, marah, benci, dan lain-lain, menjadi celah bagi si Jahat untuk membuat pikiran kita tidak lagi suci.

Padahal ada banyak kemungkinan lain yang bisa dipikirkan untuk memahami.

Bisa jadi dia tidak melihat, atau sedang konsentrasi ke hal lain, atau sedang galau, dan yang paling mungkin: sesamamu sedang sakit matanya entah itu plus atau minus, sehingga tidak mengenalimu.

Pikiran baik yang dijaga kesuciannya terhubung erat dengan hubungan kita dengan Tuhan.

Yesus menegaskan bahwa orang yang suci hatinya akan bisa melihat Allah.

Orang yang murni hatinya akan menemukan karya Allah dalam segala hal. Hati yang murni akan memungkinkan seseorang menemukan kasih Allah dalam segala hal.

Jika hati masih dikuasai kejahatan, pikiran dibelenggu dengan pikiran jahat dalam banyak bentuk: itu akan menjadi kabut gelap yang menghalanginya untuk melihat karya Tuhan.

Bagaimana seseorang bisa bersyukur jika ia iri hati?

Bagaimana seseorang dapat memperoleh kedamaian dalam hidup jika menyimpan dendam kepada sesama?

Bagaimana sebuah doa dijawab oleh Tuhan jika hati yang berdoa menyimpan kemarahan kepada sesama?

Bebaskan pikiran kita dari pikiran jahat, sekecil apapun. Maka kita akan menjadi orang yang berbahagia.

Mampu melihat karya Tuhan yang ajaib dalam segala perkara. Amin

Bacaan Renungan Kristen Lainnya

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved