Breaking News:

Editorial

Maju Mundur Berantas Illegal Drilling di Batanghari

Mengejutkan ketika ratusan personel gabungan, "menyatroni" jantung lokasi illegal drilling di Kabupaten Batanghari

Editor: Deddy Rachmawan
Rifani
Razia Illegal Drilling di Pauh, Polres Sarolangun Tutup 42 Sumur Ilegal 

Mengejutkan ketika ratusan personel gabungan, dari TNI, Polri, unsur Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari, "menyatroni" jantung lokasi illegal drilling di Kabupaten Batanghari, kemarin.

Mengejutkan bukan karena masifnya aparat yang dikerahkan, melainkan karena langkah yang ditempuh.

Langkah tersebut adalah sosialisasi penertiban aktivitas illegal drilling di Kabupaten Batanghari.

Sosialisasi difokuskan di wilayah Desa Pompa Air dan Bungku, yang memang menjadi lokasi terbanyak terdapat aktivitas ilegal sumur minyak.

Setidaknya ada 130 personel gabungan dikerahkan di dua lokasi tersebut, sejak Senin 3 Mei 2021.

Sosialisasi dilakukan, sebelum penindakan secara tegas. Tindakan akan diambil usai Idul Fitri nanti.

Sosialisasi inilah yang membuat terkejut.

Langkah ini seakan membuat semua pemangku kepentingan kembali mundur jauh ke belakang.

Seolah-olah kembali memulai dari awal.

Bukankah selama ini kepolisian sudah sangat tegas menegakkan hukum terhadap pelaku tambang sumur minyak ilegal tersebut.

Maka sosialisasi ini seakan jadi kontraproduktif.

Asal tahu saja, sepanjang tahun ini sudah 95 orang tersangka illegal drilling dicolok Polda Jambi. 14 orang di antaranya cukong alias pemodal.

Maka kita patut mempertanyakan sosialisasi itu. Toh, jelas-jelas pelanggaran hukum ada di depan mata.

Baca Berita Jambi lainnya

Baca juga: Masyarakat Merangin Diimbau Salat Idul Fitri di Lapangan dan Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: Pemprov Jambi Kaji Aktivitas Illegal Drilling Untuk Menjadi Legal

Baca juga: Hampir 200 Personel Merengsek Hancurkan Ribuan Sumur Minyak Hasil Ilegal Drilling di Bajubang

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Jafar bin Abi Thalib Syahid dengan 90 Lebih Luka

Tak berbilang dana dikeluarkan untuk menutup sumur, atau sosialisasi sebelumnya. Lalu mengapa ada sosialisasi lagi?

Hutan, lahan di sana sudah rusak.

Minyaknya disedot dan menguntungkan segelintir orang.

Upaya-upaya tegas patut kita dukung dan apresiasi. Agar masalah klasik ini tak berkutat di soal itu-itu saja. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved