Duel Pencuri Durian dan Penjaga Kebun Berakhir Tragis, Maling Dibuat Babak Belur hingga Tewas

Nasib tragis seorang pria yang diduga maling atau pencuri akibat kalah duel dengan penjaga kebun.

Editor: Heri Prihartono
dilarang berkelahi
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SEMARANG - Nasib tragis seorang pria yang diduga maling atau pencuri akibat kalah duel dengan penjaga kebun.
Diduga pria itu awalnya hendak mencuri, ketahuan penjaga kebun durian hingga terlibat duel dan mengakibatkan kematian.

Peristiwa perkelahian terjadi di kebun durian di di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Hingga akhirnya terungkap jenazah seorang pria yang tergeletak di kebun durian di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang merupakan warga desa tetangga yakni Desa Bedono atas nama Sudarji.

Ketua RW Dusun Sodong Wawan mengatakan tidak mengetahui persis kejadian perkelahian antara korban dengan penjaga kebun durian.

Tetapi, dari pengakuan pelaku terjadi dini hari menjelang subuh.

"Saya persisnya tidak tahu, karena itu awalnya ada laporan orang meninggal.

Saya kira di wilayah Sodong, ternyata sudah masuk Dusun Genting.

Korban Bapak Sudarji, sedangkan pelaku Sukinto penjaga kebun ," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu 5 Mei 2021.

Menurut Wawan pasca kejadian perkelahian yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sontak pelaku langsung melapor ke pemilik kebun atas nama Bambang lalu diteruskan ke Polsek Jambu.

Ia menambahkan, dari informasi yang diketahuinya jika terduga pelaku pencurian durian lebih dari satu orang tetapi seorang lainnya berhasil melarikan diri.

"Kalau dari cerita karena ini masih simpangsiur pelaku ada dua orang.

Satu melarikan diri saat diketahui penjaga kebun durian. Lalu, korban meninggal itu posisi sudah diatas pohon lantas berkelahi," katanya

Terpisah Kapolsek Jambu AKP Hartini saat dimintai konfirmasi belum dapat memberikan keterangan.

"Maaf besok saja lewat humas kalau sudah ada penyelidikan lengkap. Karena ini informasi masih sepotong-sepotong," katanya

Terkait pelaku lanjutnya, penjaga kebun telah menyerahkan diri kepada petugas karena khawatir diketahui warga dan memancing emosi sehingga rawan terjadi amuk massa.

(ris)

SUMBER ARTIKEL ; TRIBUN JATENG

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved