Breaking News:

Berita Kota Jambi

Swab Antigen akan Bersifat Wajib jika Pengunjung Tempat Usaha di Kota Jambi Melebihi Kapasitas

Lebih lanjut, jika ke depannya ada kondisi kapasitas pengunjung lebih dari setengah tempat usaha, maka diwajibkan..

Tribunjambi.com/Yon Rinaldi
Ilustrasi. Swab antigen 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Swab antigen di Kota Jambi akan bersifat wajib bagi pelaku usaha, beserta karyawannya jika pengunjung melebihi kapasitas. Hal tersebut terjadi pada satu di antara tempat usaha di Kota Jambi yang baru dibuka kembali oleh Satgas Covid-19 karena dinilai melanggar beberapa dasar hukum. 

"Alhamdulillah karyawan Rumah Makan Sambal Lalap negatif semua. Jadi segelnya sore ini dibuka kembali," kata Mustari, Kasatpol PP Kota Jambi, Selasa (04/05/2021) melalui telepon.

Kemarin, Senin (04/05/2021) swab antigen untuk karyawan rumah makan tersebut dialkukan Labkesda, sebanyak 10 orang. Hari ini, Selasa (05/05/2021) Sekira 20 orang melakukan swab antigen juga di Labkesda. 

Hasil semuanya menunjukannya negatif, sehingga tempat makan itu dibuka kembali.

Sebelumnya, kejadian di tempat makan tersebut melebihi 100 persen kapasitas. Sehingga tenda-tenda di luar tempat makan disediakan untuk pengunjung, dan kursi terisi penuh. Kejadiannya yaitu ketika jam berbuka puasa tiba.

Padahal, kata dia, saat ini seharusnya pengunjung yang datang hanya diperbolehkan paling tidak 50 persen dari total kapasitas.

Hari ini sanksinya sudah terselesaikan. Kata dia, setelah melalui tahapan penyidikan, kasus tersebut hanya sebatas membayar denda 5 juta rupiah.

Setelah semua karyawannya dinyatakan negatif, hari ini rumah makan tersebut dibuka segelnya.

Sebelumnya, rumah makan tersebut dinyatakan disegel lantaran melanggar beberapa dasar hukum. Satu di antaranya pelanggaran protokol kesehatan.

Barang-barang yang sebelumnya digunakan untuk penunjang tambahan kapasitas pengunjung, kini sudah disimpan kembali.

"Barang yang disimpan seperti tenda, kursi-kursi juga dikurangi," jelasnya.

Lebih lanjut, jika ke depannya ada kondisi kapasitas pengunjung lebih dari setengah tempat usaha, maka diwajibkan melakukan rapid test.

"Tetapi kalau seandainya dia (tempat usaha) cuma 50 persen, karena kenakalan pengunjung yang menarik kursi untuk didekatkan mungkin ya tidak seperti itu," katanya.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca juga: Turap MTQ Ambruk, DPRD Bungo Minta Kontraktor Tanggung Jawab

Baca juga: Yamaha NMAX Kembali Jadi Scooter Paddock Resmi di Kejuaraan Dunia MotoGP

Baca juga: Aurel Hermansyah Selalu Panik Tidur Seranjang Sama Atta Halilintar, Tiap Bangun Selalu Ngecek Sprei

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved