Breaking News:

Berita Kota Jambi

Satu Tahanan Polresta Jambi Diduga Rekatif Covid 19, Sidang Oknum Berpangkat Bripka Ditunda

Di rumah tersebut polisi menangkap Jaya Sirait, Eka dan Joni dalam satu rumah. Hasil penggeledahan polisi...

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan kasus penyalah gunaan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang melibatkan oknum anggota polisi dan istri sirihnya ditunda. Dijadwalkan semestinya persidangan ajan digelar Selasa (4/5/2021). 

Namun persidangan ditunda karena alasan salah sorang tahanan di Polresta Jambi, dimana ke empat terdakwa menjalani tahanan reaktif saat pemeriksaan Rapid Test Covid 19. 

Humas Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni ketika dikonfirmasi membenarkan penundaan jadwal sidang ke empat terdakwa yang semestinya dilaksanakan pada Selasa siang. 

"Ditunda karena salah satu tahanan di Polresta Jambi diduga reaktif, hadi tahanan tidak bisa dikeluarkan, maka sidang ditunda," kata Yandri Roni. 

Sesuai jadwal persidangan Selasa siang, rencananya pihak terdakwa Eka Sari yang merupakan istri sirih terdakwa Jaya Sirait akan menghadirkan saksi meringankan. 

Frandy Septior Nababan, penasehat hukum terdakwa Eka Sari mengaku kecewa atas penundaan sidang. Alasannya, karena saksi meringankan dari pihak terdakwa Eka Sari telah datang dari luar luar kota. 

Sehingga dikhawatirkan jika sidang ditunda pada pekan depan, pihaknya akan kesulitan untuk mendatangkan kembali saksi karena adanya pemberlakukan penutupan akses jalan menjelang arus mudik. 

"Saksi kami ada dua orang, mereka sudah datang jauh dari luar kota. Dan ini tidak mudah menghadirkannya," katanya. 

Sesuai jadwal persidangan, Frandy mengatakan rencananya dalam persidangan itu, dua saksi meringankan akan menerangkan status pernikahan sirih antara kliennya Eka Sari dengan terdaka Jaya Sirait. Diman dalam persidangan sebelumnya, terdakwa yang berstatus sebagai oknum anggota polisi itu membantah telah menikah siri dengan terdakwa Eka Sari. 

"Kami melihat banyak keterangan BAP yang dibantah oleh terdakwa Jaya Sirait. Termasuk membatah telah menikah siri dan mengajak Eka Sari ke Jambi. Ada banyak kebohongan-kebohongan terdakwa Jaya Sirait," kata Frandy didampingi anggota tim penasehat hukum Eka Sari lainnya. 

Seperti disebutkan dalam dakwaan Bripka Jaya Sirait ditangkap bersama tiga terdakwa lainnya yakni Eka Sari, Joni Kurniawan dan Yudi Setiawan pada Desember 2020 lalu. 

Awalnya aparat kepolisian dari Polresta Jambi menangkap Yudi saat menjemput paket sabu di sekitaran Kelurahan Eka Jaya. Kemudian berlanjut penggerebekan salah satu rumah di kawasan Paal Merah. 

Di rumah tersebut polisi menangkap Jaya Sirait, Eka dan Joni dalam satu rumah. Hasil penggeledahan polisi menemukan pil ekstasi sebanyak 300 butir, uang tunai 35 juta rupiah diduga untuk pembelian sabu dan bukti transfer 42 juta rupiah diduga untuk pembelian 300 butir pil ekstasi. 

Belakangan terungkap dipersidangan bahwa Eka merupakan istri sirih dari Jaya Sirait. Namun hal ini dibantah oleh terdakwa Jaya Sirait yang justru menyebut Eka sebagai pemilik pil ekstasi. Sementara terdakwa Eka Sendiri menyebut jika narkotika tersebut dibeli dan dipesan oleh terdakwa Jaya Sirait. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved