Breaking News:

Masa Pandemi Penyakit DBD di Merangin Menurun Drastis

Penderita Demam berdarah menurun drastis bahkan sampai April 2021 hanya terdapat tiga kasus pada penyakit yang tergolong juga mematikan tersebut.

ist
Demam karena DBD 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Merangin, mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Hal tersebut, berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin.

Penderita Demam berdarah menurun drastis bahkan sampai April 2021 hanya terdapat tiga kasus pada penyakit yang tergolong juga mematikan tersebut.

Zamroni selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, kata dia pada triwulan pertama bulan Maret sampai April Tahun 2021 jumlah penderita DBD di Kabupaten Merangin berjumlah tiga orang.

Hal itu mengalami penurunan, diibanding pada triwulan pertama tahun 2020 dimana memasuki musim kemarau atau musim penghujan kasus DBD meningkat, namun ditahun 2021 menurun drastia.

"Triwulan pertama tahun ini pada Bulan Januari ada 1 Kasus, kemudian Bulan Februari ada 2 kasus, Bulan Maret Nol, sampai April ini juga nol, semoga saja kasus DBD sampai 2021 tetap menurun," ungkap Zamroni.

Zamroni menjelaskan, ada dua kemungkinan penyebab turunnya angka DBD saat pandemi ini. Salah satunya, karena warga banyak yang berada di rumah lantaran kebijakan bekerja dari rumah dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga lebih peduli dengan lingkungan.

"Selain itu, kemungkinan juga sebenarnya ada masyarakat yang terkenan DBD dan enggan pergi ke pelayan kesehatan, karena nanti ditakutkan malah Covid, sehingga lebih memilih dirumah. Padahal seharusnya pada akhir tahun sampai awal tahun tren DBD cukup tinggi. Nanun sampai saat ini di Kabupaten Merangin baru ada tiga kasus yang terjangkit DBD," imbuhnya.

Selain itu, kata Zamroni juga menghimbau masyarakat jika ada masyarakat yang mengalami gejala yang mirip dengan DBD dan penyakit lainnya harus lebih rutin meminum air putih.

"Apapun penyakitnya. Biasanya kalau kita minum sehari itu Habisnya 2 liter perhari. Kalau kita sedang sakit atau badan mulai meriang minum air putih harus lebih dari bisanya, bisa saja sampai 3 liter bahkan sampai 4 liter. Karena kalau dirubuh kita banyak cairan, maka virus apa saja yang ada di tubuh akan terkikis dwngan sendirinya,"jelas Zamroni.

Disamping itu, kata Zamroni Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin sendiri selain berupaya menghimbau masyarakat untuk memerangi Covid 19, disamping itu juga berupaya menekan kasus DBD. Salah satunya dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan juga selalu menjaga kebersihab lingkungan.

Baca juga: VIDEO KEMACETAN DI KAWASAN JALAN MASUK DAN KELUAR PASAR ANGSO DUO

Baca juga: Tanggal Berapa Lebaran 2021? Muhammadiyah Tetapkan Kamis 13 Mei 2021, Pemerintah Kapan?

Baca juga: Ada Keringanan Mudik Antar Kabupaten, Ini Kata Bupati Sukandar

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved