Breaking News:

Berita Kota Jambi

Ketua MUI Kota Jambi Beri Imbauan dan Larangan Soal Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Kaspul Anwar, Ketua MUI Kota Jambi sampaikan imbauan dan larangan pada masyarakat terkait shalat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Nani Rachmaini
Rifani halim
Ilustrasi. Sholat tarawih berjamaah masjid Al Sulthon 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kaspul Anwar, Ketua MUI Kota Jambi sampaikan imbauan dan larangan pada masyarakat terkait shalat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Kata dia, sampai saat ini Pemkot Jambi bersama MUI serta FKUB sepakat dan mengimbau kepada masyarakat. Isi imbauan tersebut memperbolehkan masyarakat melakukan ibadah tarawih saat Ramadan di masjid, dan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang syaratnya terapkan protokol kesehatan.

"Kita tidak tahu perkembangan dalam satu pekan kedepan. Kalau kita lihat nanti, kita rapat lagi dengan Pemkot maupun Kemenag Kota Jambi," jelasnya, Rabu (05/05/2021) lewat telepon.

Karena, kata dia untuk menyamakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki antar beberapa pihak. Maka MUI, Pemkot, dan pihak-pihak terkait memang perlu melakukan rapat.

"Sebenarnya, yang kita larang dalam imbauan itu tidak boleh takbir keliling di jalanan. Karena takbir keliling akan mengumpulkan massa yang tidak terkendali. Malam takbiran di masjid saja," jelasnya.

Ia menegaskan untuk seluruh kalangan masyarakat. Kata dia, Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata apabila telah datang wabah yang merambah luas tak bisa terkendali, maka manusia harus menghindar.

"Panutan kita sebagai umat Islam siapa, kalau bukan Nabi Muhammad SAW," jelasnya.

"Salah satu cara menghindar itu isolasi ataupun karantina di rumah masing-masing," jelasnya.

Seperti yang terjadi pada tahun 2020 saat genting-gentingnya, ia meminta kerjasamanya untuk tidak mengabaikan kebaikan bersama.

Ia melanjutkan, dari sisi Islam, tidak ada masalah mengenai hal ini. Terlebih karena berkaitan dengan kedaruratan menyelamatkan nyawa satu sama lain.

"Lebih baik menghindar dari pada menjemput kematian," jelasnya.

Ia justru menegaskan, salah anggapan jika nanti masyarakat masih ingin shalat di masjid ketika larangan dari hal berbahaya sudah dikumandangkan.

"Kalau orang bilang Covid-19 ini nggak ada, dia seolah-olah sudah merasa dirinya betul-betul kebal. Bahkan walikota yang sebegitu safety saja, masih saja ditumbangkan oleh Covid-19," ungkapnya.

Karena kalau sudah merasakan nikmat sehat, lalu diberi ujian terpapar Covid-19 di situlah merasakan bagaimana perbedaannya. Mulai dari kesulitan membau, kesulitan bernafas, kesulitan merasa, dan lain sebagainya.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved