Breaking News:

Berita Kota Jambi

Jelang Lebaran Ketersediaan Bahan Pokok di Jambi Aman

Sementara untuk daging kerbau beku yang telah disiapkan Bulog sebanyak 10 ton daging kerbau beku

Tribunjambi/Fitri Amalia
Ilustrasi. Daging beku 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan stakeholder (4/5). Bertempat di ruang pola kantor gubernur Jambi rapat ini menyatakan barang pokok di Provinsi Jambi aman jelang lebaran.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangungan Sekda Provinsi Jambi Agus Sunaryo mengatakan dari kesimpulan rapat pemda melaporkan ketersediaan stok aman dan tercukupi jelang dam saat lebaran. 

Ia menambahkan, harga cukup stabil, jikapun ada kenaikan fluktuasi harga sangat kecil. “Jadi tak ada masalah bahkan beberapa hari ini cenderung stabil dan harga malah turun dari laporan Pemda tadi,” jelas Agus  seusai rapat High Level Meeting TPID semester 1 tahun 2021 pada Selasa (4/5/2021). 

Kendati demikian, Pemda diminta tetap melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait lonjakan harga jelang dan saat lebaran. “Untuks semua pemda dan TPID agar berkomunikasi apabila ada kelangkaan atau kenaikan harga cukup tinggi, nantinya tim  akan bersama memberikan solusi,” ujarnya.

Sementara untuk kebutuhan yang riskan harga naik dan langka di pasaran seperti minyak goreng. Agus menyebut untuk minyak goreng kemasan ada peningkatan Rp500 sampai Rp2 ribu perkilogramnya.

 “Tadi Bulog sudah menyampaikan akan dilakukan operasi pasar melalui Rumah Pangan Kita, minyak goring kemasan nantinya akan disalurkan lewat sana sehingga harganya tetap stabil,” ucapnya.

Sementara untuk daging kerbau beku yang telah disiapkan Bulog sebanyak 10 ton daging kerbau beku, agus mengakui itu memang sebagai langkah antisipasi kelangkaan daging jelang lebaran. 

“Ini terkait kestabilan harga juga, jika melihat kondisi dilapangan harga sudah mulai melonjak maka peran bulog untuk operasi pasar dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” terangnya.

Terkait adanya penyekatan antar daerah, Agus menegaskan tak berpengaruh pada ketersediaan barang di daerah. Menurutnya, penyekatan hanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan bukan termasuk pelarangan transportasi bahan logistik.

 “Bahan logistik tak ada masalah sama sekali, yang tak boleh adalah keluar masuk masyarakat dalam suatu daerah,” pungkasnya. 

Penulis: Zulkipli
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved