Breaking News:

UMKM Jambi

Kain Gebeng Masih Diminati, Selama Ramadhan Penjualannya Meningkat 

Di tengah maraknya kain sarung dengan brand besar seperti gajah duduk, wadimor sampai atlas, kain gebeng ternyata masih diminati konsumen.

(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Kain Gebeng 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di tengah maraknya kain sarung dengan brand besar seperti gajah duduk, wadimor sampai atlas, kain gebeng ternyata masih diminati konsumen.

Sebelum lahir kain dengan brand laris tersebut hadir, kain gebeng menjadi primadona di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat melayu dan Sumatera Selatan.

Pemakai kain ini tidak sembarangan, harganya yang mahal membuat hanya segelintir orang saja yang mampu memilikinya dalam jumlah yang banyak.

Di zaman nya, hanya orang kaya yang bisa mengoleksi kain ini.

Di lebaran kali ini kain yang dibuat dengan cara ditenun dan memiliki motif khas ini tetap banyak dicari konsumen.

Fitria pemilik Samaf Butik mengatakan di momen lebaran tahun ini banyak konsumenya yang membeli kain gebeng.

"Kebanyakan mereka membeli untuk diberikan ke orang tuanya," ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Pembeli kain gebeng di Samaf Butik kebanyakan berasal dari warga seberang Kota Jambi, khususnya orang yang sudah berumur.

saat ini, kain gebeng di jual mulai dari harga Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per potong, harganya jauh menurun jika dibandingkan jaman kejayaanya dulu. Dahulu harganya bisa menyamai kain songket.

Samaf Butik yang beralamat di kampung manggis menjual berbagai jenis kain gebeng. Ada kain gebeng super sampai kain gebeng sutra.

Kain gebeng sutra teksturnya lebih lembut dan ringan harganya pun juga lebih mahal.untuk kain gebeng sutra Samaf Butik menyediakan berbagai motif yang dapat dipilih.

Selain kain gebeng sutra, kain gebeng Super juga kualitasnya tidak kalah baiknya, walaupun tidak selembut sutra, untuk harganya juga tidak semahal kain gebeng sutera.

Saat ini banyak pabrikan membuat sarung dengan motif kain gebeng, secara kasat mata memang hampir tidak ada perbedaan. Namun ketika di sentuh barulah terasa perbedaan.

Kain dengan motif gebeng yang dibuat pabrikan harganya memang lebih murah, namun untuk kualitas tetap yang ditenun lebih baik. ( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).

Baca juga: Padahal Diajak Anies Baswedan Peresmian Gereja Baru, Tapi Kenapa Gus Miftah yang Dikafir-kafirkan?

Baca juga: Bangun Transformasi Ekosistem Digital Berkelanjutan, Telkomsel Siapkan Teknologi Baru di Batam

Baca juga: Coba Pempek Sambal Khas Jambi, Bikin Sendiri Makanan Enak Saat Bulan Ramadhan Lengkap Resep

Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved