Breaking News:

Home & Garden

Tata Rumah dengan Budget Minim, Tetap Semarakkan Lebaran di Tengah Pandemi

Tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya, banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama dalam penataan rumah yang

TRIBUN JAMBI/ADE SETYAWATI
Penataan rumah jelang lebaran tidak harus dengan budget besar, di tengah keterbatasan anggaran karena pandemi Covid-19, melakukan pembersihan dan menata letak kembali perabotan tetap memberi suasana berbeda di hari kemenangan Anda. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya, banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama dalam penataan rumah yang menjadi fokus nomor satu bagi kaum Ibu.

Mulai dari persiapan bersih-bersih halaman dan sekeliling rumah, kemudian bersih-bersih rumah seperti mengganti gorden, kursi tamu yang harus dilaundri, mengganti sarung bantal kursi, mengisi toples, membeli baju lebaran dan lainnya.

Belum lagi jika memang ingin mengganti warna cat rumah, atau ada perabotan rumah yang memang harus diganti dengan yang baru.

Setiap persiapan hari raya tersebut, banyak sekali memakan biaya, namun pada tahun ini Ramadan 1442 hijriah, masih di tengah pandemi Covid-19 dan perekonomian belum stabil.

Karena hal tersebut, tidak sedikit pula ibu-ibu yang menekan pengeluaran untuk persiapan hari raya.

Menurut Rita Sahara (31), di masa perekonomian masih belum stabil, penekanan biaya persiapan hari raya memang harus dilakukan, ia membagikan caranya meminimalisir pengeluaran dan tetap melakuakn penataan rumah.

"Perekonomian memang belum stabil hingga saat ini, tapi penataan rumah untuk penyambutan hari raya juga harus tetap dilakukan, dengan semangat Ramadhan," jelasnya.

Tanpa mengurangi semangat Ramadan dan tetap menata rumah menyambut hari raya dengan budget yang lebih minimum.

"Sebisa mungkin penataan rumah dengan budget yang minim, contohnya seperti jika taplak meja biasa ganti baru, sekarang diganti dengan yang ada saja, jika biasanya bantal kursi dilaundri sekarang dicuci sendiri, kursi yang biasanya dilaundri tahun ini dilap saja," tambahnya.

Meksipun harus dengan budget yang lebih dipangkas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, penataan rumah harus tetap dilakukan.

Karena Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, menyambut hari kemenangan, menyambut hari yang suci dan puncak nya dari bulan Ramadan.

"Tidak mungkin juga ketika hari raya datang, kita tidak mempersiapkan apapun untuk menyambutnya sedangkan hari raya sendiri merupakan puncak nya Ramadan dan memiliki arti hari kemenangan," lanjutnya.

"Sedangkan untuk baju lebaran kebetulan saya tidak membeli kecuali untuk anak-anak," tutupnya.

Ia juga berharap semoga pandemi segera berakhir, agar penyambutan hari raya dapat dilakukan secara maksimal dan dapat berkunjung ke rumah keluarga yang berada di luar kota.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved