Breaking News:

UMKM Jambi

Strategi Es Dawet Dua Putri Ayu, Tidak Menaikan Harga Walau Bahan Baku Meroket

Keinginan ujang ternyata direspon positif oleh relasinya tersebut, ujang pun diajarkan cara membuat dawet

Yon Rinaldi
Es Dawet Dua Putri Ayu, Tidak Menaikan Harga Walau Bahan Baku Meroket 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ujang terlihat termenung menunggu pembeli di belakang gerobak Es Dawet Dua Putri Ayu Miliknya. Senyumanya mereka ketika Tribunjambi.com menghampirinya sore itu.

“Penjualan sudah tidak seperti dulu lagi ketika masih berjualan di Nusaindah,”katanya membuka percakapan kepada Tribunjambi.com beberapa hari yang lalu.

Ujang sempat berjualan di Nusa Indah selama tujuh tahun, sebelum pindah ke tanjung pinang satu tahun yang lalu.

Ketika masih berjualan di Nusaindah penjualan ujang bisa dikatakan cukup baik, dalam satu hari minimal dia bisa mengantongi Rp 400 ribu.

Es Dawetnya juga memiliki berbagai macam varian, mulai dari dawet original, toping nangka sampai toping durian.

Harga jualnya lumayan murah mulai dari Rp 5.000 untuk original, Rp 6.000 untuk nangka, Rp 8.000 untuk durian dan Rp 10 ribu yang kombinasi.

Namun semenjak pindah ke tanjung pinang awal 2020 kemarin penjualanya menurun drastis, apa lagi beberapa bulan setelah itu terjadi pandemi corona. Kondisi ini makin diperparah dengan naiknya seluruh bahan pokok.

Ujang menceritakan untuk bisa bertahan hidup dia terpaksa untuk tidak menaikan harga jual.

“Jual Lima ribu aja susah, apalagi jika harganya di naikan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Dengan kondisi saat ini di mana kebanyakan orang sedang cermat membelanjakan uang, memang tidak memungkinkan menaikan harga jual. Apalagi ujang masih ada tanggungan menyekolahkan dua orang putrinya.

Halaman
12
Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved