Breaking News:

Zikir Penyair Masuki Perayaan Tahun ke-18, Merawat Silaturahmi Antarseniman Jambi

Agenda tahunan Teater Tonggak yang digelar setiap bulan Ramadan, Zikir Penyair kali ini digelar di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi.

Zikir Penyair Masuki Perayaan Tahun ke-18, Merawat Silaturahmi Antarseniman Jambi
TRIBUN JAMBI/IST
Suasana Zikir Penyair di Taman Budaya Jambi, Sabtu (1/5/2021) malam

TRIBUNJAMBI.COM – Agenda tahunan Teater Tonggak yang digelar setiap bulan Ramadan, Zikir Penyair kali ini digelar Sabtu (1/5) malam lalu di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi.

Dan kali ini, Zikir Penyair digelar dengan membatasi peserta dan penerapan protokol kesehatan secara ketat karena masih kondisi pandemi Covid-19.

"Kami tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti aturan dari Satgas Covid-19 Kota Jambi, kami memiliki surat izin. Peserta sangat terbatas, dan penyelenggaraan berakhir setelah buka puasa bersama," ujar Ketua Pelaksana, Fredy Fristama dalam rilisnya, Minggu.

Seniman-seniman senior berbagai kalangan atau genre seni hadir.

Ada penyair EM Yogiswara, Yupnical Saketi, Ide Bagus Putra; pemusik Rd.Irwansyah, Andi Gomes, dan lainnya. Lalu penggiat teater Titas Suwanda, Komunitas Teater AiR, serta tamu undangan lainnya.

"Zikir Penyair telah berlangsung sejak 2003 atau telah 18 tahun, walaupun ada tahun-tahun yang hanya kami laksanakan secara internal saja termasuk tahun 2020 awal pandemi Covid-19. Untuk kali ini sangat terbatas dan ketentuan prokes wajib kita penuhi," Tutur Hendry Nursal, Sekjen Teater Tonggak dalam kata sambutannya mewakili Ketua Teater Tonggak.

Teater Tonggak resmi diperkenalkan kepada masyarakat luas pada 30 April 1999 yang didirikan oleh Didin Siroz, Mg Alloy, Edi Kuncoro, Ide Bagus Putra, Nanang Sunarya, Rd Irwansyah, Jefry ADP dan (Alm) Ahmad Rodhi.

"Lalu, teater Tonggak tepat pada 30 April kemarin berusia 22 tahun. Komunitas ini hadir dengan semangat Menggali, Mengembang, Lestari jatidiri. Kami melakukan aktivitas seni dengan tujuan menciptakan kesadaran sosial, kontrol sosial dan pembelajaran serta partisipasi masyarakat terutama di masa kekinian yaitu milenial melalui beragam aktivitas seni," tambah Hendry.

Zikir penyair, diisi dengan Musikalisasi puisi dari Sanggar Seni Lam Alief, Teater Alief, Sanggar Seni Rasi, Sanggar Seni Kerlip. Lalu Tembang Religi oleh Rd.Irwansyah; Pembacaan puisi oleh EM Yogiswara, Yupnical Saketi, Ide Bagus Putra, Ali Surahkman dan Titas Suwanda.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Zuhudnya Salman al Farisi Pengusul Pembuat Parit di Perang Khandak

Baca juga: JADWAL Bola Manchester United Vs Liverpool, Minggu 2 April, Bila Tim Ole Kalah Man City Juara EPL

Baca juga: Partai Ummat Provinsi Jambi, Ada Mantan Ketua Parpol dan Mantan Pejabat

"Sudah 18 tahun dilaksanakan, harapan saya kedepan adanya pengumpulan puisi-puisi religi karya penyair Jambi yang akan dihadirkan pada Zikir Penyair," tutur EM Yogiswara, sebelum membacakan puisi.

Penulis: Deddy Rachmawan
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved