Breaking News:

Berita Nasional

400 'Pasukan Setan' Yonif 315/Garuda Siap ke Papua, Usai KKB Ditetapkan Sebagai Gerakan Teroris

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai gerakan teroris oleh pemerintah Indonesia.

Kolase/Tribunjambi.com
Jokowi Murka lewat aksi KKB Papua yang kembali merenggut nyawa Polri dan TNI 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Indonesia telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai gerakan teroris oleh pemerintah Indonesia.

Hal itu secara langsung disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers yang digelar Kamis (29/4/2021).

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," kata Mahfud MD seperti dikutip dari Live Breaking News KOMPAS TV, Kamis (29/4/2021).

"Jadi yang dinyatakan oleh Ketua MPR, BIN, TNI, Polri, dan tokoh-tokoh Papua yang datang kesini menyatakan mereka yang melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal itu secara masif," ujarnya.

Ilustrasi KKB Papua.
Ilustrasi KKB Papua. (Facebook/TNPNB)

Menurut keterangannya, penetapan KKB Papua itu sebagai gerakan terorisme sudah sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018.

"Ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 5 tahun 2018. Dimana yang dikatakan teroris itu siapapun orang yang merencanakan, menggerakkan dan mengorganisasikan terorisme," sambungnya.

Ia pun lantas menjelaskan bahwa gerakan terorisme adalah perbuatan dari kekerasan yang bisa menimbulkan korban secara massal.

Hal itu juga menimbulkan kerusakan dan kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, serta fasilitas internasional.

"Berdasarkan definisi dari UU Nomor 5 tahun 2018, maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," kata Mahfud.

Karena itu, pemerintah telah bertindak dengan meminta TNI, Polri, BIN, serta aparat terkait untuk segera melakukan tindakan.

Halaman
123
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved